Sepuluh [Selesai]

Sepuluh [Selesai]

  • WpView
    Reads 3,009
  • WpVote
    Votes 703
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 13, 2021
Tanpa masa lalu, tidak mungkin ada masa depan. Namun jika ada masa lalu, belum tentu akan ada masa depan. Ini cerita tentang Magenta, perempuan manis dengan pipi semerah namanya. Juga ada Navi, lelaki tampan dengan bola mata sebiru namanya. Magenta Chelsea dan Navier Hardhika. Serta sepuluh hari di antara mereka. Sepuluh hari, untuk sepuluh tahun. *** "Navi, orang bisa lihat betapa mempesonanya sinar mata lo. Tanpa tahu, ada nyawa orang lain yang pernah tenggelam di dalam situ." "Magenta, orang bisa lihat betapa meronanya hidup lo. Tanpa tahu, ada darah orang lain yang pernah tepercik di kulit lo."
All Rights Reserved
#185
past
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Atela's Journal [FINISHED]
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • MY BELOVED STEPBROTHER √proses√
  • Arsyilazka
  • LITTLE GIRL
  • Failure . ℅
  • Dari Luka Untuk Tawa✓
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines