Ca(K)ramel || 2hyunjin

Ca(K)ramel || 2hyunjin

  • WpView
    Reads 498
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 14, 2022
"Shit! Dada gue kok jadi ada benjolannya sih? Aaa Bundaaaa, selamatkan anakmu ini dari perpindahan gender!" --- "Ini leher gue juga apaan dah ada yang benjol gini, gaenak banget mau nelen ludah!" *** Bangun dari koma selama dua minggu merubah takdir Cakrawala dan Caramel. Sepasang manusia tidak saling mengenal itu kini harus berbagi kisah hidupnya. Caramel yang hidupnya damai, tentram dan tertata sesuai jadwal harus hancur dalam waktu sepersekian detik karena ulah seorang Cakrawala si lelaki urakan yang pemalas. Bagaimana kisah dua insan yang mendedikasikan diri keduanya itu bak langit dan bumi, sangat berbeda jauh dipertemukan bahkan dipersatukan? Baca selengkapnya di Ca(K)ramel.
All Rights Reserved
#3
milenium
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Because I'm Stupid (End)
  • I'm okay (END)
  • Tokoh Figuran
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Caramel
  • Taste Of Love
  • Im's Figurans Eveline
  • Destined for me 2

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines