BHASKARA
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
Memiliki hubungan dengan seseorang yang kita anggap sebagai orang yang tepat menjadi pasangan hidup, tentunya menjadi impian bagi semua orang. Apalagi jika orang itu merupakan orang yang selalu menjadi alasanmu tertawa. Sampai akhirnya terpikirkan bahwa hanya kita yang boleh memiliki dia. Kita gengam dia dengan kekuatan penuh. Bahkan kita tidak peduli, bahwa yang kita pegang adalah sesuatu yang sebenarnya menyakitkan. Sesuatu yang sebenarnya selalu melukai. Hingga tiba disaat kita harus melepaskan dia, ternyata malah membuat kita semakin terluka. Ketika luka itu terus mengalir, kita kebingungan mencari seseorang yang dapat menyembuhkannya. Semakin lama dibiarkan luka itu menganga, semakin banyak pula rasa sakit yang harus kita tahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Teh
  • SalFlo
  • The Story of Love
  • Lika-Liku Luka Lara
  • ALVIN (On Going)
  • SoulMate Will Certainly Meet
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Memeluk Dalam Kehilangan

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines