TUHAN!  AKU MENYERAH

TUHAN! AKU MENYERAH

  • WpView
    Leituras 19
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, out 3, 2021
Ketika takdir telah ditentukan, maka aku hanya berharap bisa menjalankan, ketika semua membeci aku hanya bisa menyembunyikan kan diri ini. Aku bukanlah pemeran utama bukan pula pemeran pendamping nya, karna diri ku hanyalah pemeran di balik layar yang hanya bisa bersabar menunggu giliran dimana nama aku di perlihatkan. Tuhan berikan aku kesempatan untuk bisa mendapatkan perhatiannya kembali, sungguh aku rindu di peluk nan di beri kasing sayang oleh nya, semoga diakhir hidup ku nanti aku masih bisa merasa kan pelukan nya... Amiin Follow ya guys 🙏😍 Semoga suka, selamat membaca
Todos os Direitos Reservados
#430
pengorbanan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Di Masa SMP Ku
  • Just a Moment
  • 𝐜𝐡𝐨𝐢 𝐬𝐚𝐧 𝐚𝐧𝐝 𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐖𝐨𝐨𝐲𝐨𝐮𝐧𝐠
  • 'ANA BISIDQ ZAWJIIN (TAMAT)
  • Takdir Tersembunyi 1 & 2 [SUDAH TERBIT✔️]
  • The Path of Destiny (On Going)
  • [SAA 1] IKHLAS
  • REKSHA ✔
  • Lelah | >Kaifang
  • Summary Of Sincerity (LENGKAP)

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasih♡♡_

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo