Story cover for TIMELINES | Mark Lee by ryhmzippy
TIMELINES | Mark Lee
  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Sep 08, 2021
❝He's not an ordinary human. I know, but I don't want to ask.❞

Berawal di sebuah Halte Bus, perlahan kehidupanku mulai berubah total. Sejak aku bertemu dengan seorang laki-laki asing berpenampilan aneh berbekal dengan secarik kertas kumal  bertanya kepadaku dimana arah menuju apartemen Lasvernand. Aku mengernyit, apa-apaan dengan orang ini. 

Bukannya apartemen itu sudah diruntuhkan sekitar 12 tahun yang lalu dan digantikan dengan Taman Pusat Kota. Beritanya tersebar dimana-mana, bahkan hingga sampai saat ini masih menjadi fenomenal. 

Aku terdiam dalam kesunyianku, kemudian laki-laki itu berujar, "Hei, dimana tempatnya? Atau begini saja. Berikan nomormu, berikan aku arahan lewat itu kalau kamu sedang sibuk saat ini." 

Aku memandangi apa yang dia genggam, benda persegi panjang berbentuk kecil dengan layar minimalis. Itu jelas-jelas bukan ponsel, bukan juga mesin kalkulator. Itu Pager, aku mengetahuinya. Alat komunikasi yang populer pada tahun 90-an. 

Lantas aku menelisik penampilan laki-laki itu. Benar, dia memakai kemeja kotak-kotak dengan celana jeans dan bagian bawah lebar serta menyentuh tanah. Setelan umum masyarakat pada tahun 90-an. 

Sebenarnya dia ini datang darimana? 



-080921-
©ryhmzippy
All Rights Reserved
Sign up to add TIMELINES | Mark Lee to your library and receive updates
or
#61tenlee
Content Guidelines
You may also like
Dua cangkir satu Meja  by byjulieeeee
53 parts Complete
Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025
Dependency ✓ [Sudah Terbit] by FebbFbrynt
22 parts Complete
17 tahun Leane hidup di ranjang rumah sakit tanpa mengenal dunia luar. Setiap hari, ia hanya tahu rasa sakit karena keadaan tubuhnya yang lemah. Pada akhirnya, ia mati dengan damai tanpa pernah merasakan apa itu kebahagiaan. Bangun di tubuh dan tempat yang asing, Leane menyadari bahwa dirinya masuk ke dunia novel yang pernah di bacanya. Leane bahagia, sangat bahagia, karena keadaan tubuhnya sangat sehat.Tetapi, kebahagiaan itu lenyap saat sadar akan peran tubuh yang di tempatinya. Di benci keluarganya? Di rundung? Menderita? Di jodohkan dengan lelaki yang memiliki penyakit mental? Berakhir tragis? Apakah Leane akan menyerah? Atau apakah Leane akan merubah takdir dan membentuk kebahagiaannya sendiri? ____ "Jangan pergi ...," rengeknya. "Oh, ayolah. Aku hanya akan mengambil air minum untukmu." "Aku ikut." Pria itu dengan manja memeluknya dari belakang. Lalu suaranya yang berbahaya berbisik jelas di telinganya. "Jangan pernah berniat kabur dariku, atau aku akan melumpuhkanmu di tempat tidur." *** - CERITA INI 100% MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI!! SAYA TIDAK AKAN SEGAN MELAPORKAN JIKA ADA YANG PLAGIASI!! - Konten dewasa 17+(Kekerasan, dll) - Bahasa baku! ____ Rank: #1 In Husband {12-01-2023} #1 In Transmigrasi {04-10-2022} #1 In Psikologis {09-10-2022} #1 In Childis {04-10-2022} #1 In Rebirt {22-10-2022} #1 In tenfiction {23-11-2022} #1 In Fantasiurban {30-12-2022} #1 In Tsundere {12-01-2023} #1 In Sakit {23-01-2023} #1 In Fiksipenggemar {12-06-2023 #1 In Fantasi {17-06-2023} #1 In Skizo {17-06-2023} #1 In Alterego {18-06-2023} #1 In Wattpadindonesia {26-11-2023} #2 In Secondlife {05-10-2022} #2 In Bucin {04-11-2022} #2 In Fiksiumum {29-05-2023} #2 In Posesif {20-06-2023} #3 In teenfiction {01-12-2022} #4 In Cinta {21-02-2023} ___ Start: 04 Juli 2022. Finish : 08 Desember 2023 __ Copyright © 2022 By Febbfbrynt
You may also like
Slide 1 of 8
Dua cangkir satu Meja  cover
Long Flight cover
MANAGER IDOL cover
Dependency ✓ [Sudah Terbit] cover
Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed] cover
The Altering Summer cover
INTUISI || ft. Tokuno Yushi cover
Ex or New? [REVISI] cover

Dua cangkir satu Meja

53 parts Complete

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025