Wanita Pilihan

Wanita Pilihan

  • WpView
    Reads 2,648
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Bagaimana dengan dirimu, kangmas. Apakah kau diperbolehkan bercumbu dengan wanita yang telah bersuami ?" kata Srikandi sambil mengangkat wajahnya. Arjuna terkesiap mendengar kata-kata Srikandi. "Aku tidak cemburu pada kangmbok Banuwati karena ia adalah cinta pertamamu. Tapi sangat tidak adil bahwa kangmas tidak suka aku menggoda pria lain sedangkan kangmas menggoda wanita yang telah bersuami. Dimanakah keadilan ?" Arjuna terdiam. Kemarahannya mereda. Selama beberapa saat ia tidak dapat berkata apa-apa. "Maafkan aku, yayi. Aku emosi padamu karena hatiku terbakar api cemburu. Walaupun hanya melihat sekilas, aku bisa merasakan nafsu birahi Prabu Jatikusuma padamu." Katanya sambil memegang pundak istrinya. Ia memapah istrinya untuk berdiri. "Kapan kau akan menari untukku ?" tanya Arjuna sambil meraih dagu istrinya dan menengadahkan wajahnya. Srikandi menatap mata sang suami malu-malu. "Bukankah aku suka menari untukmu, kangmas ?" katanya lirih. "Ya, aku suka sekali tarianmu, wong ayu." rayu Arjuna. Dengan bernafsu ia melumat bibir Srikandi. Hatinya panas terbakar api cemburu teringat birahi laki-laki lain pada istrinya. Jari-jarinya membelai punggung dan rambut panjang sang istri, lalu merayap masuk ke dalam pakaian istrinya. ******************************* Ia seorang putri raja yang besar dalam kemewahan tapi ia bukanlah wanita manja yang terlena pada kenikmatan dunia. Ia seorang wanita mandiri, cerdas, berkemauan keras dan rajin belajar. Ia mendobrak adat istiadat dan membuktikan bahwa wanita pun mampu sejajar dengan pria. Kisah perjuangan seorang wanita berbalut romansa membuat wanita ini menjadi panutan sepanjang masa. Jakarta, 1 Juni 2021
All Rights Reserved
#38
mahabarata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • My Name Is Erwinda
  • Gandakusuma
  • Janji Surgaku (TAMAT)
  • TRIBHUWANA TUNGGADEWI (Kemelut Takhta dan Cinta) - TAMAT - PART MASIH LENGKAP
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Serat Sang Putri Jawa
  • Laksana Angin Bagaikan Hujan

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines