Di Balik Kacamata

Di Balik Kacamata

  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 28, 2021
Aku menutup mulut tak percaya. Terkejut dengan apa yang terlihat sekarang. Buru-buru aku membuka kaca mata ini, dan membersihkannya dengan ujung baju kemudian dipakai lagi. Namun, hasilnya tetap sama. Sejak kapan aku bisa melihat hantu? Ini pertama kalinya terjadi. Tapi, bagaimana bisa tiba-tiba aku menjadi seorang indigo? A-apa karena kaca mata yang kutemukan di perkemahan ini? -Almahyra Laudya Arunika- *** Kisah Almahyra, yang menemukan sebuah kacamata milik arwah pendendam yang kini telah berubah menjadi jahat. Akibatnya, Almahyra harus menanggung banyak risiko. Dari mulai mengungkap siapa pembunuh arwah pemilik kacamata, menyelamatkan orang yang disayangi agar tak ikut terbunuh, dan membuat si pelaku membayar semua kejahatannya. Untuk itu, Almahyra dibantu teman-temannya harus melalui rintangan yang berbahaya.
All Rights Reserved
#450
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • THE MYSTERY OF MY [BOSS'S] WIFE [COMPLETED]
  • JINGGA 3 (BAB 1 s/d BAB 32).. END ✔️
  • The Miracle Of Crystals
  • Mendadak Menikah (SELESAI)
  • Detektif Paranormal, Loyals
  • HATI YANG TERPILIH
  • My Stupid Indigo
  • Silakan

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines