Stuck With You

Stuck With You

  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2024
Kimora Alicia Rosemary Merupakan nama dari seorang perempuan yang memiliki campuran darah dengan negara lain yakni Rusia dan Indonesia. meskipun merupakan seorang blasteran, Mora terlahir di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Wajah cantik Mora merupakan warisan dari sang ibu yang merupakan perempuan berbangsa asli Indonesia, sementara kepintaran dan kejeniusannya diwariskan oleh sang ayah yang tentunya berbangsa Rusia. Nikolai Rosemary merupakan nama dari ayah Mora. Alya Diva Rosemary, inilah nama dari ibu Mora yang berbangsa Indonesia. Mora merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara, Alex Sergei Rosemary, putra pertama dari pasangan campuran tersebut yang lahir di Rusia, Elnino Devano Rosemary, dan ini adalah putra kedua, dan barulah terlahir Kimora Alicia Rosemary. Kehidupan dari keluarga ini tentunya sangat amat nyaman dan berkecukupan. Sang papah merupakan pengusaha yang memiliki pengaruh besar di Indonesia dan di Rusia, sementara sang mamah merupakan seorang dokter dirumah sakit milik keluarga nya Keluarga ini tentunya sangat fasih berbahasa Indonesia dan Rusia. Sejak kelahiran Elnino keluarga ini memutuskan untuk menetap dan tinggal di Indonesia. Karena hanya Alex lah yang terlahir di Rusia, tak heran jika Alex sangat suka dengan lingkungan disana, bahkan sejak duduk dibangku SMP Alex pun meminta kepada sang papah agar ia dapat bersekolah di Rusia. Dan alhasil hingga kini di umurnya yang masih muda, Alex sudah dapat memegang perusahaan keluarga Rosemary yang ada di Rusia. Sementara Elnino kini ia masih berkuliah di Universitas Stanford California, dan Mora sendiri masih duduk di bangku High School Rosemary, yakni sekolah menengah akhir yang dibangun oleh keluarga Rosemary di Indonesia, dan kini Mora pun bersekolah disana. Kimora Alicia Rosemary Perempuan yang sangat sempurna dimata semua orang, namun siapa sangka Mora memiliki masa lalu yang kelam dan tidak diketahui oleh banyak orang bahkan Mora sendiri.
All Rights Reserved
#6
dena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • transmigrasi alana (END)
  • don't get into the trap
  • Story Of Elxia
  • INHIBITOR KOROSI (TAMAT) ✔️
  • TOGETHER IN LOVE (ON GOING)

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines