Catatan Rindu

Catatan Rindu

  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 14, 2021
"Zavallo, tidak baik meratapi orang yang sudah tidak ada secara terus menerus. Ketika jiwa meninggalkan badan, tidak ada lagi hubungan persaudaraan, kekerabatan, atau persahabatan. Hubungan itu cuma bersifat duniawi dan sebuah peristiwa kecil dalam perjalanan hidup. Kita berasal dari ketiadaan, dan akan kembali pada ketiadaan. Nggak perlu ditangisi. Kita hanya perlu berdoa pada tuhan agar Nathan diterima di sisi-Nya. Berduka itu perlu, tapi jangan berlarut larut," ujar Adnan tak bosan bosan pada Zavallo yang sudah 10 hari berdiam diri di kamar Nathan. "Bang... Apa gue bisa bahagia lagi kalau separuh dari hati gue sudah pergi ninggalin gue sendiri?" "Bahagia atau tidaknya tergantung elo Vall... Gue siap jadi pengganti Nathan. Gue siap jadi Nathan buat lo. Curahin semuanya ke gue. Anggep gue ini Nathan, Vall. Jangan kaya gini," "Bang," Vallo mengusap air matanya, "Bang Nathan nggak akan tergantikan oleh siapapun." ----- Happy Reading!
All Rights Reserved
#471
tomorrowxtogether
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Break The Sand Castle
  • She's Mine, My Girlfriend
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Don't Lose Me || TXT
  • New Life As Undead {REVISI}
  • FRIENDSHIT II TXT
  • You Are My Only One (REVISI)
  • Pulchritude -side B- | yeongyu/beomjun
  • You Must Comeback Home | TXT Lokal (REVISI)
  • Teman Masa Gitu [ Taegyu End ]

Berjalan dalam kelambatan, terasa dekat namun tak tergapai. Bagai teman yang begitu jauh, awan-awan menemani walau dia nyatanya akan hendak pergi. Menyampuri awan-awan lainnya di area lain, meninggalkannya usai mewarnai biru di angkasa. Bagai perumpamaan yang menyedihkan, dia hendak memohon agar semua kepergian itu tidak terkabulkan. Geresak runtuhan cat hitam besi-besi setengah berkarat menempeli seragamnya ketika dia bangkit. Menoleh ketika rangkaian suara dentangan melangkahi atap hitam, dari rangkaian tangga dinding dekat pintu diantara sambungan dua gerbong disana, dia melihat pemuda bersurai hitam, setengah panjang namun tak terurus, hanya sedikit basah. Matanya sayu namun tajam, tubuhnya tak besar namun menjulang tinggi. Mengenakan seragam yang serupa, tanpa sebuah syal walau dia tahu Desember akan segera menyapa. Dia menatapnya, pemuda itu sibuk pada pandangan dihadapannya. "Ada yang kurang, ya." Taehyun tak ingin menjawabnya, namun Beomgyu mencelanya tepat masuk di hati dengan perkataan. Bagai satu gambaran puzzle yang tak terselesaikan dikarenakan potongannya yang lenyap, Taehyun tak merasakan kesempurnaan yang puas didalam benaknya. "Kalau begitu ... Masa lalu itu bagai salju." Sahut Beomgyu. "Kau bisa mulai untuk melupakannya ketika kau tahu bila dia itu nyatanya sudah bagai salju." Salju tak abadi. Taehyun tahu. . . . . . [Kastil Dimana Aku mengharapkan Semua Termasuk Sosok yang Kuharapkan di Gerbang Sana] Fanfiction [Fiksi Penggemar] [Friendship] Hanya karya fiksi semata dan tak memiliki hubungan dengan dunia nyata. Dan lagi, abal-abal dari amatiran. [Made: 25/06/2021] [Book: 27/06/2021] [Published: 03/07/2021] Ongoing

More details
WpActionLinkContent Guidelines