Senja untuk Mentari

Senja untuk Mentari

  • WpView
    Membaca 524
  • WpVote
    Vote 97
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 23, 2022
*SLOW UPDATE* Masih awal proses!!! "Terkadang, ada cerita yang tidak untuk aku ceritakan. Tapi ada sebuah harapan yang tak bosan selalu aku langitkan" _Irgilang Senja Raditya_ "Kamu harus selalu ingat kata JUANG bukan NYERAH, artinya kamu harus berjuang bukan menyerah" _Mentari Aruna Raheja_ Ini kisah tentang perjuangan seorang Irgilang Senja Raditya,tentang di mana dia punya banyak harapan yang salah satunya mendapat predikat LULUS Menjadi Siswa di salah satu SMA ternama. Melawan kerasnya kehidupan yang penuh dengan tangis, bahagia. Dia lelaki yang selalu menyembunyikan sakitnya dengan senyumnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#161
mentari
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Binar Matahari
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Dingin Cinta Nauli (END) // Revisi Bertahap
  • Fajar & Senja
  • Payung Untuk Berteduh | END (Revisi)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Di Antara Tawa dan Tragedi

Ari , bukan panggilan untuk lelaki yang orang lain kira, Ari adalah Ari , Binar Matahari. Elang terkekeh , mengacak pelan rambut Ari "Ada peraturan baru" Ari mengerucut "Tuh kan peraturan lagi...." Elang tertawa gemas "Harus nurut pokonya" "Apa kali ini?" "Peraturannya, setelah ini Binar Matahari harus bobo dengan nyenyak, mimpi yang indah, dan jangan lupa bawa aku dimimpi kamu" Ari mematung, mencerna setiap kata dari Elang, hingga ia merasakan benda kenyal yang menyapu bibirnya. Elang menciumnya. Memagut perlahan bibir mungil Ari meskipun tanpa balasan dari sang empu. '''''''''''' Maaf... Jika aku terlalu percaya diri perihal hati. Berfikir bahwa aku adalah duniamu, pun sebaliknya. Ternyata aku salah kaprah, mempercayakan segalanya tanpa ada celah. Sehingga ketika kebenaran terungkap dengan lengkap. Janjiku harus ku tarik dengan sempurna, bahwa saat ini aku harus pergi tanpa tapi. Menjadi senja yang (tak mungkin) meninggalkan luka. Karena memang dihatimu, tak pernah ada aku. Terimakasih karena pernah ada. Meskipun hanya pura-pura. ==========

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan