We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Gold Digger

Gold Digger

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Alika, mahasiswi Ilmu Komunikasi yang cantik tapi tidak sadar jika dirinya cantik, ditambah dia suka sekali merepotkan Gala, yang juga senang hati direpotkan oleh Alika. "Gal sini sebentar." Perintah Alika pada teman akrabnya. "Ngapain?" Alika tak menjawab karena tahu jika Gala sudah berjalan ke arahnya. "Gerah banget gue, abis lari-larian takut telat." Tanpa aba-aba Alika menarik kemeja Gala yang terlihat halus karena sudah disetrika, Alika mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya dengan kemeja malang itu. Gala mengumpat seketika, "Ancene Jancok, kemeja gue udah disetrika bodoh, jadi lecek begini." "Halah ga bikin lo mati gal." Jawab Alika tak peduli cover by Pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • ANANTA [COMPLETED]
  • Satu Kisah, Banyak Cerita ( TERBIT )
  • SLOWLY
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Be with you
  • GILANG ABRAHAM
  • Arsyilazka
  • Netra

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines