Play In Darkness 4: Dark Paradise (Ongoing)

Play In Darkness 4: Dark Paradise (Ongoing)

  • WpView
    Reads 3,639
  • WpVote
    Votes 388
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
DARK PARADISE Memasuki season Dark Paradise. Delisha yang masih remaja berkenalan dengan tiga anak berkebangsaan India yang memiliki wujud sangat indah, gabungan malaikat dan makhluk astral agung. Keindahan wujud anak-anak itu bukan tanpa sebab. Ayah mereka seseorang yang sangat rahasia bergelar Mister D. Delisha tidak pernah bisa melihat wujud Mister D sehingga membuatnya sangat penasaran. Usaha penyelidikan Delisha ternyata membuka rahasia gelap Mister D yang berharga setara nyawanya. Hal itu membuat Mister D menuntut kompensasi yang tidak tanggung-tanggung pada ayah Delisha. Mister D ingin putri Richard Lee menikah dengannya setelah menginjak usia 18 tahun. Surga Kegelapan, itulah Mister D menyebut ruangan pertemuan mereka. Pria itu bisa melihat dan merasakan seluruh dirinya, sementara Delisha buta sama sekali kecuali indera lainnya yang menjadi ketagihan rasa Mister D. "You're mine, I'm yours, but you can't see me." Kau milikku, aku milikmu, tetapi kau tidak bisa melihatku. Berhadapan dengan malaikat mautnya, mampukah kali ini Delisha mengelak dari kematian? Untuk sekali lagi? ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • EPOCH
  • STAY BY MY SIDE [Psikopat]
  • Another World Of Ericka✓
  • Penguasa Alam Ghaib
  • The Devil Love |#2 WILLIAM'S BOOKS|
  • Dark Angel [END]
  • Langkah (By Auzizahirah)

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines