Aku Berharga!

Aku Berharga!

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 22, 2023
Berkisah tentang tiga anak yang memiliki berjuta keinginan besar dengan kekurangan yang ia miliki. Awan, Bintang, dan Meda, ketiga gadis yang masing-masing memiliki kekurangan yang membuat mereka berani untuk maju menghadapi dunia bersama-sama. Mereka ingin semua orang tahu kalau apa yang ada di fikiran mereka tentang kekurangannya tidaklah sama dengan yang akan ia capai nantinya. Awan yang tak bisa mendengar sejak ia lahir membuat banyak orang mengatainya budek, cacat, dan banyak hal lain. Bintang, remaja berbadan gemuk yang sering diejek gajah, dugong, dan kuda nil dari ia kecil, ia ingin membuktikan bahwa cantik tak hanya were23 kurus berkulit putih. Sedangkan Meda, Andromeda memiliki trauma pada malam hari, jalanan sepi yang gelap, dan 'lelaki'. Ia pernah membaca komentar seseorang tentang seorang anak yang pernah dilecehkan. Banyak dari mereka yang menyalahkan pakaian si anak tersebut. Lantas siapa yang harus di salahkan ketika Meda saja sudah menutup tubuhnya dari atas sampai bawah, namun kenyataannya kejadian buruk itu menimpa dirinya. Sampai sini, bagaimana kah kisah selanjutnya dari Awan, Bintang, dan Meda? Akankah mimpi mereka bisa berjalan seperti yang mereka mau? Atau harus ada kegagalan yang menimpa mereka?
All Rights Reserved
#2
becanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NESTAPA [On Going]
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Swimmer Rolls
  • BINTANG&BULAN
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Bintang [Park Jisung]✓ END
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • ANINDYA [ TELAH TERBIT  ]
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]
  • Heart In The Past

"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines