Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Tentang Chintia [On Going]

Tentang Chintia [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 10, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Chintia Cloudia K. Seorang gadis berumur 21 tahun, bersifat dingin dan bermuka datar. Tinggal sendiri disebuah rumah minimalis dan sederhana tanpa ditemani 'keluarga'. Sejak umur 3 tahun ia tinggal di Panti Asuhan dan memutuskan untuk tinggal mandiri. Mempunyai Perusahaan yang sudah Chintia bangun dari umur 18 tahun dan hasil sangat memuaskan, Perusahaan nya sudah cukup sukses saat ini. Hingga suatu hari saat sedang melakukan rapart antar Collagen, ada seorang pria yang bernama 'Arsiel Adara Khaleesi' seorang pria bersifat dingin n kejam dari keluarga Khaleesi, keluarga yg sangat terpandang, mengatakan sesuatu yang membuat Chintia cukup kaget. "Kamu adalah putri dari Keluarga Khaleesi, Chintia. Kamu adik kandung saya." Ucap Arsiel dengan sendu menatap kearah Chintia. "Saya tidak akan percaya dengan anda, Tuan Arsiel" Jawab Chintia dengan nada dingin dan menatap tajam kearah Arsiel. Sungguh, Chintia sangat bingung akan perkataan dari seorang pria tadi. -------Happy Reading---------
Todos los derechos reservados
#35
kantoran
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • ALESYA (END)
  • PAK DOSEN BUCIN (END)
  • Dosen Bucin (Sudah Terbit)
  • ATTHARA : My Personal Doctor! [SUDAH TERBIT]
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Limerence
  • Antara Hati & Logika
  • katanya musuh??ko jadi jodoh
  • Love From Accident (Cinta Dari Ketidaksengajaan)

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido