Friend Stein

Friend Stein

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Punya teman khayalan bukan anugerah, melainkan bencana besar. Itulah yang Vio rasakan, selalu dihantui oleh kemunculan teman khayalannya yang tiba-tiba. sampai-sampai orang tuanya menganggapnya sebagai orang yang begitu malang. Tidak ingin dikasihani lagi, dia ingin membuat teman khayalannya itu jadi nyata, dengan menghidupkannya dalam sebuah jasad. Namun, saat rencananya hampir berhasil, yang dia dapat hanya ilusi. Ilusi? the best cover by: vmensgraphic
All Rights Reserved
#19
lombacerpen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Martanita [END]
  • Satintail
  • Antara Aksara dan Kata
  • It's True Love With Ketos
  • Cinta Di Antara Ombak
  • My Freak Husband?!  [ COMPLETED ]
  • Sampai Sini [End]

⚠️PERLU DIPERHATIKAN!!⚠️ Cerita ini mengandung sedikit unsur kedewasaan, untuk yang dibawah umur bijaklah dalam memilih bacaan! (18++) Baik dan lugu, itulah sifat dari seorang Anita Gautama. Wanita yang jatuh cinta pada lelaki yang bernama Herman Winata. Hubungan mereka berhasil hingga ke jenjang pernikahan. Tapi kekecewaan menghampiri diri Anita, suami yang sangat ia cintai ternyata sama sekali tak mencintai dirinya. Dia hanya dimanfaatkan selama ini. "Aku tidak pernah mencintaimu! Lihatlah dirimu terlalu lugu dan tak menarik!" Kekecewaan yang menyakitkan itu membuat Anita merubah semuanya. Dari sikap hingga cara berpakaiannya. Setelah perubahan itu banyak lelaki yang mencarinya dan melamarnya. Namun semuanya ia tolak. Gilang Paramarta, seorang murid baru disekolah tempat Anita mengajar, seorang murid yang memiliki kadar kenakalan dan kejahilan yang tinggi hingga membuat semua guru disana kewalahan. Siapa sangka dialah orang yang mampu meluluhkan hati Anita dan membuat kehidupan Anita lebih berwarna dan bahagia "Besok panggil orang tuamu suruh ke sekolah!" Dengan kesal anita berbicara pada gilang "Buat apa buk?" Dengan wajah polosnya ia bertanya "Buat ngasi tau kelakuan kamu seperti apa!" Anita berlalu sambil mengelus dadanya Tiba-tiba, langkahnya terhenti. "Saya kira mau minta restu." Anita menatap tajam kearah suara itu namun yang berkata malah tersenyum tanpa rasa bersalah. Penasaran sama ceritanya?? Kuy, langsung dibaca aja gaess;) Jangan lupa vote dan koment yaa Happy reading☺️ Maaf jika tulisannya masih berantakan, lagi males revisi soalnya😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines