We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Janda Muda (rewrite)

Cinta Janda Muda (rewrite)

  • WpView
    Reads 10,985
  • WpVote
    Votes 765
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Victo, laki-laki berusia 30 tahun yang tak juga kunjung menikah. Selama ini hidupnya hanya dipenuhi dengan kerja, kerja, kerja, dan kerja. Sampai suatu hari ia bertemu dengan Juni, gadis berusia 23 tahun yang merupakan Mahasiswi Ayahnya. Kurang dari satu hari, hanya dengan memperhatikannya saja sudah membuat Victo menaruh perhatian lebih pada Juni. "Pa, Mahasiswi Papa yang tadi jomlo nggak?" "Setau Papa sih Jomlo. Naksir kamu?" "Nanya doang." "Juni jomlo, tapi janda To!" 'Anjir?' maki Victo dalam hati.
All Rights Reserved
#959
janda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • Take Me Back (Play Store)
  • DARA dan CINTAnya
  • KISSELLE
  • TITIP SALAM ( TAMAT ✅)
  • Duda Ganteng Itu Suamiku (Completed)
  • Pria Milik Mereka - END (GOOGLE PLAY)
  • Tentang Kita
  • Pesawat Kertas
  • Pak Kos Ganteng (Mr. Boarding House)

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines