We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Physics Of Life

Physics Of Life

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Di dunia ini tidak ada yang namanya orang bodoh. Manusia memiliki kecerdasan masing-masing tanpa batasan, dan itu adalah hukumnya. Aku pernah mengatakan bahwa, aku tidak bisa dalam hal yang menurut ku sulit, terlalu berbelit untuk menguasai pemahaman tersebut. Padahal, mencobanya saja belum. Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman yang aku dapat, ternyata yang membatasi semua itu adalah pikiranku. Pesimis, itu adalah racun prestasi. Aku benci itu, dia selalu hadir ketika aku berhadapan dengan sesuatu yang aku pikir, aku tak bisa. Tapi optimis, selalu menebasnnya disaat hati dan keyakinan mulai menampar aku secara nyata. - Physics Of Life -
All Rights Reserved
#210
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • GRIZELLE [Completed]
  • Bullying [Kim Nara]☆
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • I transmigrated to become a mistress [End] (only on Wattpad)
  • ARKAVERA
  • KARINALTHA
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • ARULA

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines