Aldira
  • WpView
    Reads 229
  • WpVote
    Stemmen 210
  • WpPart
    Delen 5
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, okt. 2, 2021
WpInfo
Fictie
Romantiek
"Sekarang gue paham kenapa Tuhan gak ciptain manusia itu sempurna," ucap seseorang yang sedari tadi menatap Aldira sinis. "Manusia hampir sempurna kayak lo aja bahaya," "Lo cantik, apalagi waktu senyum. Tapi siapa sangka kecantikan itu jadi bencana buat gue, " "Bukannya gue terpesona, justru gue pengen ilangin itu dari lo, Ra." ""Kalo emang Tuhan gak ngasih hukuman buat lo, gue sendiri yang bakal kasih," akhirnya kepada Dira. ******** "Terus knp selama ini lo perhatian sama gue kalo gak punya perasaan?" ucap Dira gelagapan. "Perhatian bukan berarti punya perasaan, Ra." "Gimana mau nerapin rasa kemanusiaan kalo manusianya aja baperan?" ***** Revisi setelah tamat Start September 2021 ©daeuphoria2021 Update setiap hari Sabtu dan Minggu
Alle rechten voorbehouden
#909
kisahremaja
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen