Kamu [On Going]

Kamu [On Going]

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue tau, lu pasti mikirnya gue stalker kan," ucap lelaki itu, sembari memcingkan matanya Alfonso hanya diam, tepat berada di depan kantornya yang tidak terlalu besar namun apik, dengan bentuk bangunan seperti segitiga sama kaki terbalik. "Nama gue, Wells Kertarajasa." Tambahnya. "Alfonso Gerrando," kemudian Alfonso memejamkan matanya dan menghela napas. "Nama yang bagus." Timpalnya langsung. "Thanks," Alfonso tersenyum, namun terlihat seperti dipaksakan. *** Wells menatapnya pelan, kemudian perlahan melingkarkan lengannya ke arah leher Alfonso.'Wells bergegas keluar kantor, dengan langit tanpa mentari dan tidak pula turun air. Menyusuri jalan setapak itu, hingga sampai di kos berwarna oranye. "Pak, Alfonso tinggal disini kan? Kamarnya yang mana yah!? "Ohh itu dek, kamarnya di atas bagian kiri bangunan, terus naek aja ke lantai 2 paling ujung." Jawab satpam itu, sambil menunjuk ke arah kamar Alfonso "Makasih ya, pak." "Sama-sama, dek." Wells menaiki anak tangga, kemudian berjalan ke arah yang sudah di tunjukkan dan tiba di depan pintu kamar Alfonso. "Alfonso!? Lu di dalem kaga? Kenapa ga masuk kerja?" Cerocos Wells, tanpa jeda. Hening tidak ada jawaban.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Males, ribet.
  • You Got It
  • Tokoh Utama
  • Jangan Pergi, Ayi
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Aku Adalah Lukamu
  • Please Continue Protecting Me"IND" END
  • Aksara Lingga

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines