Story cover for Kamu [On Going] by Ensen_
Kamu [On Going]
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 11, 2021
Mature
"Gue tau, lu pasti mikirnya gue stalker kan," ucap lelaki itu, sembari memcingkan matanya
Alfonso hanya diam, tepat berada di depan kantornya yang tidak terlalu besar namun apik, dengan bentuk bangunan seperti segitiga sama kaki terbalik.

"Nama gue, Wells Kertarajasa." Tambahnya.

"Alfonso Gerrando," kemudian Alfonso memejamkan matanya dan menghela napas.

"Nama yang bagus." Timpalnya langsung.

"Thanks," Alfonso tersenyum, namun terlihat seperti dipaksakan.

***

Wells menatapnya pelan, kemudian perlahan melingkarkan lengannya ke arah leher Alfonso.'Wells bergegas keluar kantor, dengan langit tanpa mentari dan tidak pula turun air.
Menyusuri jalan setapak itu, hingga sampai di kos berwarna oranye.

"Pak, Alfonso tinggal disini kan? Kamarnya yang mana yah!?

"Ohh itu dek, kamarnya di atas bagian kiri bangunan, terus naek aja ke lantai 2 paling ujung." Jawab satpam itu, sambil menunjuk ke arah kamar Alfonso

"Makasih ya, pak."

"Sama-sama, dek."

Wells menaiki anak tangga, kemudian berjalan ke arah yang sudah di tunjukkan dan tiba di depan pintu kamar Alfonso.

"Alfonso!? Lu di dalem kaga? Kenapa ga masuk kerja?" Cerocos Wells, tanpa jeda.

Hening tidak ada jawaban.
All Rights Reserved
Sign up to add Kamu [On Going] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Tokoh Utama by MailaIsnaFadhea
21 parts Complete
" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.
Psychopat [SELESAI] by vanilamilki
32 parts Complete Mature
⚠️WARNING!! ⚠️CERITA INI DI PENUHI DENGAN ADEGAN KEKERASAN, KATA-KATA KASAR DAN VULGAR, BANYAK ADEGAN DARAH, TIDAK UNTUK DITIRU⚠️ "Kau harus ku beri hukuman karna kau sudah berani mendekati pria lain!" Katanya dengan tatapan dingin dan memperlihatkan aura gelap yang sialnya itu menambah ketampanannya. "Kau bukan siapa-siapa aku, jadi kau tidak berhak menghukum ku karna aku dekat dengan pria lain!" Tegas gadis itu membuat pria di hadapannya semakin marah. "Sudah berani melawan hm?" Tanyanya penuh penekanan dan tak lupa dengan tatapan nya yang tajam seperti pedang. "Kenapa aku harus takut padamu?" Gadis itu tampaknya memang senang memancing emosi lelaki di hadapannya ini. "Alexandra!" Tekannya dengan emosi yang akan meledak, alexa pun dengan susah payah menelan saliva nya. "Kenapa? Kenapa sikapmu selalu berubah?! Kadang kau memperlakukan ku lembut, tapi kau juga selalu memperlakukan ku kasar seperti hewan peliharaan!" Cecar alexa dengan amarah yang sudah mengepul di kepalanya. "Aku mencintaimu, dan kau...memang peliharaan ku." Ucapnya santai membuat alexa ingin sekali menghajar wajah sombong pria di hadapannya. "Tuan leovano, kau sangat tampan..." Alexa menggantung kalimatnya, "...tapi sayang, kau bukan manusia. Kau adalah iblis!" Leo menyeringai membuat alexa menatapnya was-was takut terjadi hal yang tidak di inginkan, leo terus melangkah mendekati alexa, alexa reflek memundurkan langkahnya hingga membentur dinding. Alexa tidak bisa kabur sekarang, leo sudah berada di hadapan alexa dengan senyuman anehnya dan itu membuat tubuh alexa meremang. "Ya aku adalah iblis, apa kau mau lihat aksi gila ku? Akan ku tunjukan padamu." Ucapnya dengan tertawa bak psikopat membuat alexa merinding. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah alexa akan bisa kabur dari leo? Atau mereka akan saling jatuh cinta? jangan lupa baca yaa , vote dan komennya juga yaa follow akun wp aku jugaa!!
Felicity [On Going] by ayudiantta
12 parts Complete
BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest
Please Continue Protecting Me"IND" END by amethystia_26
48 parts Complete Mature
*TERJEMAHAN BY GOOGLE TRANSLATE* Author(s) An Zhi Ruo Mian As Peaceful As Slumber 安之若眠 Status in COO 48 chapters (completed) Sinopsis Beberapa tahun yang lalu, kecantikan terikat kursi roda Keluarga Rong yang diceritakan lembut dan rapuh diculik oleh seseorang. Sementara semua orang panik dan membakar kepala mereka mencarinya, hanya satu pria yang bisa menemukannya. Rong Mo dengan hati-hati bertanya kepada pria jangkung dan suram di depannya. "Apakah ... kamu akan terus melindungiku?" Pria itu melirik kakinya yang tidak bisa bergerak dan wajah lembut pucat dan menjawab. "Tidak" "Lalu mengapa Anda menyelamatkan saya?" Dia menunggu lama sebelum dia mendengarnya berkata dengan ringan. "Itu ada di sepanjang jalan." Beberapa tahun yang lalu, Rong Mo berpikir darah pria ini pasti dingin. Hanya beberapa tahun kemudian dia benar-benar menjadi arti sebenarnya dari kata 'pengawal', dan dia akhirnya 'mengalami' kehangatan dan darah panas yang selalu dimiliki tubuhnya. Setelah itu, Rong Mo duduk di kursi rodanya di taman sekolah dan menatap pria yang berpura-pura menjadi pekerja sekolah di kejauhan. Dia mengulurkan tangan padanya dan berkata. "Hei. Kemarilah dan angkat aku. Saya perlu ke kelas. " Nie Feizhan: "...." "Bukankah kamu pengawal saya?" 'Aku hanya pekerja sekolah." Nie Feizhan mengingatkannya. "Aku di sini hanya untuk melakukan pekerjaan kasar." "Kalau begitu pekerja sekolah kasar kasar, datang ke sini dan bawa aku." Setelah itu- "Hei, pengawal di sana, datang ke sini dan bawa aku. Saya ingin tidur. " Nie Feizhan mengambil langkah besar. "Kamu yakin ingin aku membawamu ke kamar?" Rong Mo mundur sedikit. "Apakah kamu tidak suka menggendongku?" Nie Feizhan berhenti dan membungkuk untuk menyapunya dari kursinya. Dia mengatakan melalui gigi yang hampir kertakan. "Aku tidak tahan menjemputmu setiap hari dan memasukkanmu ke dalam sakuku dan kau masih berpikir itu tidak cukup?" ..............................
You may also like
Slide 1 of 10
Tokoh Utama cover
Aku Adalah Lukamu cover
Psychopat [SELESAI] cover
Males, ribet.  cover
Felicity [On Going] cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
Soal Rasa 2 cover
Please Continue Protecting Me"IND" END cover
Princess of My Heart [Completed] cover
Allya Theo Perjodohan? [On Going♡] cover

Tokoh Utama

21 parts Complete

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.