Kehidupan manusia bagaikan sebuah roda yang berputar. Terus berputar, sampai titik darah penghabisan. Tidak akan pernah ada yang berada di atas selamanya. Tidak akan pernah ada yang selalu tertawa bahagia, dan tidak akan pernah ada cinta yang berjalan mulus sampai habisnya nafas kehidupan manusia. Pun, tidak akan pernah ada manusia yang selamanya berada di bawah. Tidak akan pernah ada manusia yang menjadi buruk selamanya, menjadi kotor selamanya, dan ditindas sampai terkubur di bawah tanah. Flora, atau panggil saja Flo, adalah satu dari milyaran manusia di muka bumi Tuhan yang harus dipaksa merasakan manis sampai getirnya kehidupan. Takdir seolah sedang mempermainkannya. Atau, memang inilah kodrat kehidupan manusia yang harus siap menjadi wayang yang dipermainkan oleh Sang Dalang kehidupan? Menjadi korban broken home, hingga dicap sebagai Ayam Kampus, adalah takdir seorang Flora Putri Darmawan. Hingga, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswa yang tampan dan cerdas, Rasya Gunawan, dan seorang dosen yang hatinya sedingin es, pemarah dan kakunya melebihi robot. Namanya, Beni Hamdani. Tidak ada kisah kehidupan dan hubungan yang harus diawali dengan perjumpaan yang manis. Dan, tidak ada kisah kehidupan serta hubungan yang harus berakhir dengan tragis. Flo, Rasya, dan Beni adalah anak-anak manusia yang sedang menjalani takdir, dan hanya Tuhanlah yang Maha Tahu, seperti apa takdir mereka di akhir. Akankah ada akhir yang bahagia, atau masing-masing akan sedih merana?
Sebagai seorang penulis yang belum ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan J.K. Rowling, ataupun Mbak Tisa TS, maka aku sangat membutuhkan krisan a.k.a kritik dan saran kalian, ya guys. Thank you for reading my first novel! Hope you enjoy!!!
Choki Si Kopi
"Takdir mempertemukan mereka kembali, tetapi dalam bentuk yang berbeda."
_______
Apa yang terjadi saat Leon dan Ayudya bertemu kembali? Apakah masih ada ruang bagi cinta mereka yang pernah ada? Ataukah pertemuan ini akan membawa mereka pada jalan yang lebih rumit dan penuh takdir yang tak terduga? Dalam pertemuan yang penuh emosi, rahasia, dan pilihan yang harus diambil, mereka dihadapkan pada pertanyaan yang tak bisa dijawab dengan mudah.