Behind the Antagonist Destiny

Behind the Antagonist Destiny

  • WpView
    LECTURES 329
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 14, 2021
Seharian Nadine menamatkan novel yang baru ia baca, segala prasaan dan ekspresi ia tuangkan untuk reaksinya saat membaca novel tersebut. "Argh Jahat banget si Biana ini, tapi untung happy ending! William dan Vania hidup bahagia huh," Ucapnya sambil menutup novel tersebut dengan senyum melegakan, dirinya cukup puas dengan antagonisnya yang dihukum mati. Dengan semangat dia melangkah keluar kamar untuk segera pergi meninggalkan rumah. Niatnya pergi ke supermarket terdekat, tapi takdir berkata lain. Nadine harus meregang nyawa saat melintas dan tertubruk truk yang sedang melaju kencang melindas tubuh mungilnya. Tapi ternyata itu bukanlah akhir hayat gadis tersebut, karena sekarang dia kembali membuka matanya meski hidup ditubuh orang lain, lebih tepatnya tubuh seorang gadis yang mendapat peran Antagonis yang berakhir mengenaskan. Nadine masuk kedalam kisah tentang Vania sang anak Marquess dan Putra Mahkota yang saling mencintai, Pasti terdapat penghalang diantara mereka. Biana, gadis yang digadang gadang aib keluarga, juga tidak tahu malu dan tidak tahu diri itu mendapatkan peran antagonis dicerita tersebut. Gadis angkuh dan arogan meski banyak orang yang mencela atas perilaku jeleknya, dirinya tetap tak memperdulikan itu semua dan fokus mendapatkan cinta Willian. Biana dari kecil sangat menyukai William sang Putra Mahkota, segala cara busuk ia lakukan hanya untuk mendapatkan Willian, bahkan dengan niat membunuh Vania sekalipun, yang berakhir Willian lah yang menyelamatkan pujaan hatinya dari makhluk seperti Biana yang sangat amat terobsesi kepadanya. Lalu Hukuman kematian juga yang harus Biana dapat, karena telah berniat mencelakai dengan percobaan pembunuhan Calon Ratu Kerajaan dimasa depan (Vania) tersebut. Tentu ditambah campur tangan dari kekuasaan sebagai Putra Mahkota. Tak hanya itu, keluarganya pun tak pernah ada yang peduli sampai akhir hayatnya, kecuali sang adik yang senantiasa menemaninya apapun yang terjadi.
Tous Droits Réservés
#962
kerajaan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Villainess Just Want to Die Peacefully [END]✔️
  • "The Villainess Doesn't Wanna be Here" [✓]
  • The Villain Who Loved
  • I Became The Antagonist
  •  Lady Viviana √
  • ASRAR [TERBIT]
  • I Wanna Be Antagonist (end)
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • I'm Serious! [End]

[Rated R19+] Mohon kebijaksanaannya saat membaca novel ini. Sekedar untuk hiburan. Irania Mischa, seorang gadis berusia 25 tahun. Mati akibat bun*h diri setelah tak dapat menahan rasa sesak di dadanya. Selama hidup, statusnya yang merupakan anak tertua hanya seperti bayangan tanpa arti. Meski ia telah berusaha, meski ia merasa tubuhnya perlahan hancur, ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang ia dambakan sejak kecil. Akibat dari tindakannya, ia harus menebus dosa dan hidup sekali lagi dalam sebuah novel dengan judul Lady Asshila. Novel yang ia bakar setelah selesai membacanya. "KAU BISA MATI DENGAN DAMAI JIKA KAU BERHASIL MENYELESAIKAN ALUR NOVEL DENGAN BAIK." Sialnya, Irania tak tahu seperti apa yang dimaksud "baik" oleh suara misterius itu. Hidup segan mati tak mampu, itulah sosok Urania Meshica Shalvione. Putri pertama Marquess Shalvione yang dianggap tidak memiliki kelebihan lain selain kecantikannya. Padahal, seharusnya ia bisa menjadi seorang penerus, hanya saja orang-orang lebih baik menunggu adik laki-lakinya yang masih berusia 10 tahun untuk menjadi penerus. Putri tidak berguna yang memiliki ambisi besar, itulah Urania.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu