Tampik Tak Berkelik

Tampik Tak Berkelik

  • WpView
    LECTURAS 218
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa1h 35m
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 14, 2021
"Ma, aku harus setinggi apa lagi untuk muasin ego Mama? Jujur aja, aku capek harus selalu keliatan sempurna buat Mama sama Papa." "Ngelukis seolah jadi boomerang andalan Mama. Aku seolah harus selalu berada pada pijakan yang sama dengan Kakak. Apa aku nggak boleh punya pencapaian dan pijakan sendiri?" Sejauh apa pun pencapaian Mara, tak akan mengubah segalanya. Bagi orang tuanya, ia sudah masuk ke jurang ketertinggalan sang kakak. Hingga sesuatu yang luar biasa berhasil ia capai pun, tak akan mampu mengantarkannya ke atas puncak yang sama dengan sang kakak yang selalu dijunjung tinggi. Bukan hanya Mara, Mira pun demikian. Tuntutan prestasi akademik mengharuskannya terus berjalan di atas pijakan-pijakan yang telah diatur agar tidak pernah turun dari puncak. Hidupnya semakin rumit karena dia menganggap setiap kesalahan dan masalah yang didapat Mara selalu berasal dari dirinya sendiri. Lalu, apa yang bisa mereka lakukan? Akankah menyerah menjadi jalan satu-satunya? ••• Selamat membaca. Jangan lupa vote dan komennya. Ajak teman-temannya yuk mampir ke sini. Makasih. 🥰 𝙰 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚋𝚢 𝙽𝚊𝚋𝚒𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚉𝚊𝚑𝚛𝚊
Todos los derechos reservados
#544
fiksi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Best Mama
  • Nyangga
  • Bumi
  • Untuk Ayura
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • BUBAR JALAN
  • I'II Smile Even it is Hurts

Anaya berusia 23 tahun, setelah menyelesaikan pendidikannya dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai personal assisten dari bos cewek super perfeksionis yang super bawel, ribet dan melelahkan "Gusti... kerja capek, gak kerja gak bisa makan.. ribet banget idup" Saat dipertengahan jalan menuju bandara untuk perjalanan dinas, mobil yg dikendarai mengalami kecelakaan karena menghindari kendaraan yg tiba - tiba melintas didepannya. Saat benturan dikepalanya terjadi "Tuhan... baru saja aku merasakan gaji ke 2 setelah bayar hutang. Semoga dikehidupan selanjutnya, gue hidup bergelimang harta, bersuami kaya, berbentuk cantik bak peri" lama- lama kepalanya terasa begitu berat dan semuanya gelap. ****** Dalam mimpinya banyak adegan kekerasan yg dilakukan oleh wanita cantik kepada anak- anak yg bahkan Anaya perkirakan baru berusia 2 tahun "Ampun mama, ampun" sang anak terus menangis sambil memegang tangannya yg di cubit. Karena tidak kuat dengan adegan dalam mimpi, Anaya berusaha membuka matanya hingga "Duchess, Mohon ampuni saya duchess. apakah duchess sudah merasa baik, saya akan panggilkan tabib" Dengan nyawa yang belum berkumpul ia biarkan sosok yang memakai pakaian pelayan zaman dulu itu keluar dari kamar dan ia fokus menatap sekeliling yang terasa aneh. tiba- tiba kepalanya seperti di pukul alat berat dan terasa sangat pusing, hingga kegelapan datang kembali **** On going Cover: pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido