Hunting Cogan!

Hunting Cogan!

  • WpView
    Membaca 89
  • WpVote
    Vote 20
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 24, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sepasang, eh maksudnya tiga pasang manusia sedang menyusuri lorong kelas untuk menuju kelas 11 IPS-2. Langkah yang sangat grasak-grusuk diiringi ocehan tiada berhenti membuat beberapa orang yang melewatinya menatap ketiga orang itu dengan alis terangkat satu. Hanya satu kata yang mendefinisikan kelakuan mereka. Aneh. Para manusia itu melabeli diri mereka sebagai 3 jomblowati mencari pujaan hati. Dengan motto semua cogan di dunia adalah cokiber alias cowok kita bersama. Mengklaim semua cogan di dunia sebagai suami, pacar, selir, selingkuhan atau semacamnya. Halu sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Tanpa halu rasanya hidup mereka bagai taman tak berbunga, nasi tanpa lauk, mie tanpa micin. Hambar. Walaupun hidup mereka tak jauh-jauh dari kata halu, mereka juga ingin merasakan cinta di dunia nyata. Merasakan bagaimana rasanya dilindungi, digombali, disayang, ditelpon setiap malam oleh pacar beneran. Bukan haluan. Disinilah kisah mereka bermula, gak bermula juga, sih. Inilah kisah para jomblowati yang sedang mencari pujaan hati. *** Design cover by: rismasofiy
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
anakesema
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JAM 3 SORE
  • DEVIAN [END]
  • 2A3: Attention ✔✔
  • ARSYA 2✔
  • 2A3: 4 Menit 9 Detik ✔ ✔
  • triangle
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • Jemuran Zone
  • ON SIGHT (Completed)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan