Imrithi dan Alfiyah [Tamat]

Imrithi dan Alfiyah [Tamat]

  • WpView
    Reads 770
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 8, 2022
Terinspirasi dari cerita yang dikisahkan oleh ayah tercinta. ____ Kegelapan itu mengurai menjadi titik-titik, lalu menghilang kala datangnya cahaya. Seperti takdir Nadzom Imrithi, seorang maling, yang jatuh cinta pada Syarah Alfiyah, putri dari pimpinan salah satu pondok pesantren di daerahnya. Rasa itu mulai terbentuk ketika Imri--nama panggilannya--tak sengaja mendengarkan lantunan Al-Qur'an saat hendak melakukan pekerjaan buruknya seperti biasa. Bukan saja perihal suara yang amat merdu, tetapi juga lebih kepada isi dari kitab suci tersebut yang menyebabkan batinnya terguncang hebat. Lalu, apa yang akan Imrithi lakukan selanjutnya? Menjadi penggemar sang putri kiai, atau terus maju dengan modal nekat untuk menjadikan sosok itu sebagai istri? Jawaban, baca langsung, ya! ___ Selamat menikmati♡ Mulai : Jumat, 01 Oktober 2021.
All Rights Reserved
#6
alfiyah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • Cinta Tapi Diam Series 1 || END
  • Khariza (Cinta Yang Terbagi) || TERBIT ✓
  • Suami Pilihan Abi |TAMAT|
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • Ustadz Gantengku (TERBIT)
  • Seindah Senja Kala Hujan
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Dear K̶a̶n̶g̶ Santri
  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]

•First Story• Genre = islamic, romance. °°°° Bukankah Ayah adalah sosok cinta pertama dari anak perempuan nya? Tapi bagaimana jika orang yang disebut sebagai 'Ayah' ini menorehkan luka hingga membuat trauma? Apa masih pantas disebut Ayah? Kehidupan tidak selalu sempurna. Zahra tahu itu. Menjadi anak broken home bukan sesuatu yang mudah. Dan Zahra juga yakin bahwa ibunya tidak mudah membesarkan nya seorang diri. Tidak ada perpisahan yang menenangkan, meskipun perpisahan tersebut diselesaikan dengan baik-baik. Persepsi 'Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya' membuat Zahra menganggap bahwa semua laki-laki itu sama. Ayahnya saja bisa menyakitinya apalagi lelaki lain? °°°°°° Note : 1. Ini adalah cerita pertama dan murni dari pemikiran saya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan tokoh, latar, dan waktu dalam cerita ini. 2. Jangan hanya melihat dari cover, buka saja dulu. Lihat isinya, dan semoga tertarik🤗 #Selamat Membaca❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines