Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
LUKA[ON GOING]

LUKA[ON GOING]

  • WpView
    LECTURES 12
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., sept. 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[budayakan follow sebelum baca] ⚠️ Warning!! aku membuat cerita ini atas dasar pemikiran aku. "bukankah aku anak ayah?atau hanya Elis saja?,"tegas natha dengan mata yang tersirat kesedihan. "Jika bunda tau pasti bunda akan menegur ayah,tapi bunda sudah tiada ayah.bisakah ayah penuhi janji bunda?,"lanjut nya. ini bukan cerita tentang CEO, Perjodohan, atau Humoris. tetapi ini menceritakan gadis manis yang tak pernah mendapatkan kasih sayang oleh keluarga.entah ia tak tau letak kesalahannya dimana. © copyright by:andian87_ Diatas hanya sekedar cuplikan cerita. Thank you for stopping by, stay healthy everyone!!
Tous Droits Réservés
#457
goresan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Sejenak Luka
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • AIRA [On Going]
  • Full Of Scratches
  • HIDDEN I (The End)
  • A Fractured Soul

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu