Mentari
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 26, 2022
Sejak hari pertama gadis itu lahir, ia tak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Ia hanya dituduh sebagai anak pembawa sial yang menyebabkan sang ibu meninggal. Kerap kali ia merasa bahwa hidup ini tak adil baginya, bagaimana bisa ia disalahkan atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan. Ia sendiri tak pernah meminta untuk dilahirkan, terlebih lagi atas kematian ibunya, ia sama sekali tak punya kuasa atas itu. Gadis cantik berlesung pipi itu tumbuh bersama sang Opa. Seperti namanya, Mentari tumbuh menjadi seorang yang berhati tulus. Meski takdir yang ia jalani tak semenyenangkan orang lain, ia selalu bisa menemukan celah untuk tetap tersenyum dan bahagia. Penderitaan gadis itu bertambah ketika ia harus menerima kenyataan bahwa sang Opa, keluarga satu-satunya yang ia punya harus pergi meninggalkan gadis itu sendiri. Ditambah beberapa peristiwa dan kenyataan yang membuat ia harus membekap mulut saat mengetahui semuanya.
All Rights Reserved
#666
mentari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adiba
  • Mentari Senja [End]
  • Raden Aluna
  • AZALEA
  • Imam Dalam Tahajud (Completed)
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Tabir [END]
  • Amami
  • Heliophobia ✔
Adiba

Adiba Shakila Atmarini. Mempunyai banyak kisah motivasi didalam hidupnya. Tentang gadis piatu yang ditinggalkan ibunda tercinta sewaktu melahirkannya ke dunia. Tentang gadis berjilbab yang mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter. Lalu tentang Abrisam yang dulunya menyukai dunia pesantren, tiba-tiba menjadi laki-laki yang tidak bermoral. Tentang Nizam, lelaki Sholeh yang memilih menyimpan rasa seperti Ali kepada Fatimah. Kita tidak pernah tau bagaimana takdir seseorang, yang terpenting ikhtiar dan diselingi dengan doa. Hidup akan terasa lebih mudah, bila dijalankan dengan rasa syukur. " Apa yang membuat kamu masih mencintainya?" " Bukan seperti itu pertanyaan yang seharusnya. Yang benar itu, apa yang membuat Allah masih mencintai aku sebagai makhluknya?" "Kamu terlalu baik." "Allah yang terlalu baik sama aku." Dia bungkam!

More details
WpActionLinkContent Guidelines