The Happy Ending for Us

The Happy Ending for Us

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 28, 2021
"Suatu saat orang akan pergi dari mu, dan sebelum saat itu tiba bukankah kau berhak untuk memeluknya erat sebelum dia benar benar hilang dan berpaling? Dan jika orang lain datang menggantikannya, bukan kah aku berhak untuk menerimanya?" Sherina "Kadang tak semua yang kau harapkan akan terjadi, orang yang kau rasa sebagai takdirmu bukan lah takdir yang sebenarnya. Dan jikalau memang dia yang ditakdirkan bergandeng dengan mu, aku akan datang untuk mengubah takdir itu dan dengan rela melepas ikatan ku" Stephen
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Replacement Role
  • (Ari Irham ✖ Aisyah Aqilah)
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • PURPOSE
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Dear L - Blue and Gray: Thank You
  • ASHILA

Namanya Sheyrinefa Garzetta Xavereas Gadis yang di anggap rubah licik oleh pria yang di takdir kan untuk nya. Dia hanya korban tapi mengapa di perlakukan seperti pelaku saja. Mereka lah yang licik apa maksud dari sikapnya itu yang baik dan jahat di satu waktu yang bersamaan. Setelah semua keluarganya meninggal dengan berbagai rahasia yang belum diketahui olehnya. Mantan calon kakak iparnya... Salah, maksudnya tunangan nya pun seperti iblis yang merantainya dengan kesedihan sekaligus kebahagiaan. Dan di ikuti dengan adik dari tunangan yang juga berprilaku aneh setelah Sheyrin menggantikan Aylen untuk bertunangan dengan pria itu. Tidak hanya itu saja, perlahan lahan semua orang terdekat nya melepaskan topengnya menggantikan peran peran mereka. Jangan berfikir Sheyrin gadis yang polos, lemah, menye-menye karena itu sangat jauh dengan sikapnya. Sheyrin adalah tipe orang yang mencintai dirinya sendiri. "Kita harus berarti untuk diri kita sendiri dulu sebelum kita menjadi orang yang berharga bagi orang lain." "Dan hidup itu seperti naik sepeda, kita tidak akan benar-benar jatuh kalau kita tidak berhenti mengayuh"

More details
WpActionLinkContent Guidelines