depression for GAMALIA

depression for GAMALIA

  • WpView
    Membaca 83
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 31, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
depression Ketika senja menutup hari berikutnya, lalu berjalan menuju malam yang mencekam. Semua masalah yang aku khawatirkan hilang di malam yang sunyi. Deraian kesakitan keluar dari tubuh dan membawa roh ku menuju tempat tenang. Ini yang dia harapkan, aku menghilang di telan malam misteri antara kita. "Akan ada waktunya kamu tau, mengapa aku terlalu takut untuk hal ini, ada rasa yang tidak bisa kamu lihat dari sifatku, cukup kamu lihat dari kataku ini, aku hanya takut ketika waktu akan memperlakukan aku kembali seperti dulu. Semoga kamu mengerti, bukan tujuanku untuk melukai hati kamu, tapi rasa nyaman memang membuat sial, dan harapan selalu ada dari kita untuk orang lain." Ucap Gamalia, kemudian matanya berderai dengan isakan nafas yang tak beraturan. Kepala Bram mulai mencerna apa yang perempuan itu katakan, dan sialnya dia belum mengerti sampai Gamalia pergi dari tempat mereka berdua berdiri. Catatan Depression for Gamalia: Cerita ini berdasarkan pengalaman nyata yang di wujudkan dalam sebuah karakter Sana, karakter lain merupakan imajinasi agar berjalan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#46
bram
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rindu
  • The Heiress Trap (END)
  • The Depth Behind The Look (On Going)
  •  Empathy (On-Going)
  • RAYANA Transmigrasi
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • JUST BE MINE [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Damira (END)
Rindu

Maaf.." Hanya kata itu yang bisa Dimas ucapkan Rindu pun hanya diam, dia tidak mau bicara sama sekali dengan cowok jangkung yang duduk di sebelah nya ini "Maaf in gue, gue... gue.. engga sengaja" Dimas mulai menunjukkan wajah sendu nya, penuh rasa bersalah yang mendalam Rindu menutup telinga dengan kedua tangan nya sambil menundukkan kepala ke bawah Sama sekali tidak mau mendengar apa-apa lagi, rindu merasa jijik dan merasa kotor jika dekat Dimas saat ini, rasa trauma itu terus mengguncang jiwa nya "Lo kenapa?" Tak ada sahutan apa-apa dari rindu, hingga tiba-tiba tubuh rindu jatuh lemas menghantam bagian depan mobil Dimas pun kaget dan langsung menepikan mobil nya "Hey .. lo kenapa?" Dimas menepuk-nepuk pipi rindu pelan berusaha menyadarkan rindu yang tiba-tiba pingsan "Rindu" {banyak konflik yang terus bergulir, rindu pun bertemu dengan seorang laki-laki selain dimas yang tiba-tiba hadir dalam hari-hari nya. Mampukah rindu meraih kebahagiaan nya?????}

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan