depression for GAMALIA

depression for GAMALIA

  • WpView
    مقروء 83
  • WpVote
    صوت 13
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: خميس, أغسـ ٣١, ٢٠٢٣
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
depression Ketika senja menutup hari berikutnya, lalu berjalan menuju malam yang mencekam. Semua masalah yang aku khawatirkan hilang di malam yang sunyi. Deraian kesakitan keluar dari tubuh dan membawa roh ku menuju tempat tenang. Ini yang dia harapkan, aku menghilang di telan malam misteri antara kita. "Akan ada waktunya kamu tau, mengapa aku terlalu takut untuk hal ini, ada rasa yang tidak bisa kamu lihat dari sifatku, cukup kamu lihat dari kataku ini, aku hanya takut ketika waktu akan memperlakukan aku kembali seperti dulu. Semoga kamu mengerti, bukan tujuanku untuk melukai hati kamu, tapi rasa nyaman memang membuat sial, dan harapan selalu ada dari kita untuk orang lain." Ucap Gamalia, kemudian matanya berderai dengan isakan nafas yang tak beraturan. Kepala Bram mulai mencerna apa yang perempuan itu katakan, dan sialnya dia belum mengerti sampai Gamalia pergi dari tempat mereka berdua berdiri. Catatan Depression for Gamalia: Cerita ini berdasarkan pengalaman nyata yang di wujudkan dalam sebuah karakter Sana, karakter lain merupakan imajinasi agar berjalan.
جميع الحقوق محفوظة
#657
mental
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • JUST BE MINE [END]
  • Rindu
  • Titik Koma; Sketsa (TERBIT - STORA)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  •  Empathy (On-Going)
  • The Heiress Trap (END)
  • Ketika Waktu Bersamamu
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • GRIZLEN {On Going}

⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA "Kenapa lo nggak biarin gue menang, sih? Kenapa lo mala lempar bola itu ke gue?!" teriak Naina. "Buat apa gue lakuin hal itu sama lo? Sementara lo nggak pernah anggap gue ada!" jawab Gama dengan wajah datarnya. "Apa lo lakuin itu karena lo emang masih benci sama gue?" tanya Naina. "Iya, karena gue benci sama lo." "Apa?" "Lo emang egois, Nai. Lo selalu mikirin perasaan lo sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain." "Iya, gue emang egois. Lo tahu perangai gue, 'kan? Seharusnya lo nggak perlu kaget lagi dengan perangai buruk gue," ujar Naina dengan kedua tangannya yang mengepal kuat. Gama memejamkan sejenak kedua matanya lalu mencengkram kuat kedua bahu Naina. "Apa lo pernah mikir sekali ... aja gimana sedihnya seseorang yang sayang sama lo saat lihat lo terluka dan lebih memilih diam seperti orang bodoh saat semua orang nggak henti-hentinya berargumen buruk tentang lo?" --Terkadang, cara terbaik dalam memecahkan masalah adalah berhenti untuk peduli. Itulah yang saat ini Naina lakukan, ia sudah cukup lelah menjelaskan semuanya. Makanya, ia lebih memilih untuk diam dan berhenti untuk perduli.-- Ini tentang Naina, gadis cantik namun mempunyai kepribadian yang dingin dan sedikit kasar. Ia mendapatkan julukan 'si kulkas berjalan' di sekolahnya. Karena sikap dinginnya itulah membuat semua orang salah mengartikan tentang dirinya dan menganggap Naina aneh. Namun, siapa yang menyangka jika dibalik wajah dingin dan tatapan tajamnya itu ternyata menyimpan segudang rahasia besar? Naina Aldebaran, menceritakan konflik persahabatan, keluarga, dan percintaannya yang penuh misteri. @Naina_Aldebaran

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى