IKHWAN YANG KU DO'AKAN

IKHWAN YANG KU DO'AKAN

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 15, 2021
Zidan mengambil amplop berwarna pastel bergambar angsa putih dilaci meja belajarnya. Sejak Fahri mengatakan bahwa amplop itu adalah titipan dari gadis yang dicintainya dalam diam, dirinya tidak bisa berhenti tersenyum. Dengan sangat hati-hati dan perasaan gugup, Zidan membuka amplopnya dan membacanya perlahan, Dear IKHWAN yang kudo'akan: Assalamu'alaikum zidan... Maaf telah lancang mengirim surat ini kepadamu, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu lewat surat ini. Ada satu hal yang menurutku perlu kamu ketahui tentang ini. Sungguh aku tidak ingin mengatakan ini kepadamu, namun aku tidak ingin jika cinta ini malah menyebabkan dosa antara aku dan kamu. Sebelumnya..... Maaf telah mengagumimu dalam diam... Maaf telah meminjam namamu di sepertiga malam untuk ku perbincangkan dengan Rab-ku... sekali lagi maaf karena telah lancang mencintaimu... Aku tidak berharap kamu juga mencintaiku dalam diam, tapi tolong izinkan aku untuk selalu mendoakanmu untuk selalu ku perbincangkan dengan Rab-ku di sepertiga malam. Zidan,,,kamu adalah keinginan yang selalu aku semogakan dimasa depan, nama yang selalu aku langitkan lewat do'a setelah keluargaku. Berharap sang penghuni langit membuka pintu pintu langit dan mengizinkan doa-doaku melangkah lebih jauh untuk bertemu sang Maha Pemilik Cinta yang sesungguhnya. aku selalu percaya bahwa takdir Allah itu yang terbaik:) Syifa Nathalia Az-Zahra Wassalamu'alaikum wr.wb Entah perasaan apa yang ada dihatinya ia pun tidak tau, yang jelas saat ini Zidan sangat bersyukur kepada Allah, ternyata gadis yang dicintainya dalam diam juga mencintainya dalam diam. Zidan menghapus air matanya, Zidan memang menangis setelah membaca surat dari Zahra, tapi itu adalah tangis haru seorang Zidan.
All Rights Reserved
#78
ikhwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Insyaa Allah...
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Sepertiga Malam Tentangnya
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines