Out of Body Batteries

Out of Body Batteries

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 1, 2021
WARNING! before reading, u must prepare ure mental. don't forget to follow, vote or comment after reading. txu ! ^•^ berawal dari Raya yang tidak bisa merelakan kepergian Rendra, sahabat laki-laki dari jaman orok. inilah hidup kedua Rendra yang sangat bergantung pada Raya. dan entah bisa dibilang beruntung atau tidak nya, Rendra sudah masuk lingkaran setan yang dibuat oleh Raya. mereka terus berhubungan tanpa bisa terlepas satu sama lain. mereka berdua mencoba memecahkan masalah yang Raya perbuat. sadar atau tidak, Raya sudah membuat masalah dengan seorang dokter. mereka terkadang dihantui oleh pikiran masing-masing, seperti: Ren... aku takut. aku tidak mau kehilangan kamu lagi... aku takut, karena kondisi ini, aku bisa melupakan mu, melupakan kondisi mu... - Raya sebenar nya aku sudah lelah. tapi aku tidak bisa pergi tanpa dia merelakan aku... semoga, pilihan ku untuk menemani nya sampai ia merelakan ku dijemput maut [lagi] adalah pilihan yang terbaik. - Rendra tahankah kamu saat membaca Out of Body Batteries? wanna stalk me? let's go search @aliffiaaa.dr on Instagram.
All Rights Reserved
#11
berpikirkritis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMSARA LOKA [END]
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • Still with you 2  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
  • ARENA
  • ARGA
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Raine Van De Hunter's
  • Renjana [COMPLETED]
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔

Manusia tak akan pernah bisa mengendalikan takdir. Sejauh apapun seseorang berlari, takdir pasti selalu datang menemui tuannya. Sangat menyakitkan bila itu takdir buruk. Tak mudah untuk Ikhlas, tapi harus tetap mencobanya - Maharani Adhisti - **** Seseorang mendekapku dari belakang. Aku ingin meronta, tapi Aku tak berdaya. Aku melirik ke kiri. Gara terpaku di tempatnya. Gara. Ingin sekali Aku memanggilnya. Aku ingin berlari ke arahnya, namun seseorang itu semakin erat mendekapku. Aku tak bisa bergerak. Diam tepaku dalam pelukannya. "Gara, please help me!" kataku dalam hati. Aku menutup mata. Seperti dalam sebuah ruangan yang gelap. Tubuhku mendadak kedinginan. Tak kurasakan lagi pelukan itu. Panji sudah pergi, barangkali. Aku menelan ludah. Kabut asap tersibak di kanan kiri. Aku melewatinya pelan-pelan. Seperti masuk ke dalam mesin waktu, tiba-tiba Gara ada di depanku. Kini taman itu telah berubah menjadi kamar. Pria itu sedang duduk di sebuah dipan. Menatapku dengan sorot matanya yang tajam. Kami saling memandang. Saling menatap. Saling menyelami mata masing-masing. "Rani...." panggilnya. "Hmm?" responku. "Sebenarnya Aku juga menyukaimu, tapi cuma setengah-setengah. Jadi, jangan terlalu berharap padaku" ungkapnya. Aku melotot seketika. Apakah aku tak salah dengar? ***** Rani terjebak dalam cinta segitiga, namun ia tak bisa memilih salah satunya. Rani menyukai Gara, tapi Panji selalu meratukannya. Haruskah Rani melukai perasaan salah satunya? Ataukah ia memilih untuk terluka bersama keduanya? Penasaran? Let's Reading Soon🔥🔥

More details
WpActionLinkContent Guidelines