At the end of the day

At the end of the day

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
At the end of the day... "Tentangmu akan menjadi pilu, mendekap rindu yang terus memburu. Walau aku tahu, tidak seharusnya aku rasakan itu." Cerita ini berawal dari kehampaan yang tidak berujung. Keputusasaan yang tidak terarah. Sangat buntu, namun tidak bisa berbalik arah. Kesunyian menimbulkan rasa takut kian kalut. Dia datang hanya untuk menatap, bukan untuk menetap. Lalu, dia datang untuk mendekap hanya untuk meninggalkan harap yang tidak pernah tersematkan. Harapan yang kejam, menjadi terjadi atau tragedi. Harapan yang keji, sesuai ekspektasi atau saksi. Kesaksian itu menjadi akhir yang menyakitkan. Sebuah perpisahan tanpa arti hanya meninggalkan sakit karena harapan itu sendiri. Ditinggalkan tanpa kabar, bersamaan langkah yang dipilih mencoba untuk membuka hati. Hingga akhirnya hanya sebatas penonton cerita singkat di instastory. Setiap halaman tertulis namanya, bukan karena rindu. Hanya ingin memberi tahu, bahwa menjadikan nama-nama itu sebuah kalimat menyatu, tidak menjamin kata kita akan bersatu. Saat-saat penuh canda haru, akan ada saatnya berubah pilu. Diselimuti hangat oleh senja, mampu mereda segala sendu. Meski gelap berkepanjangan. Hidup itu sebuah pilihan, cerita ini salah satu pilihan untuk menjadikan hati agar lebih kuat. Walau patahan-patahan masih berantakan. Sebuah pilihan untuk mengumpulkan serpihan kenang yang seharusnya dilupakan, kini diulas kembali. Luka yang sudah terkubur dalam, digali untuk merangkai kata, walau itu sedikit menyakitkan. Namun, kembali lagi ke awal, bahwa inilah pilihannya. Forgive the past to heal the wound in the heart...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Izinkan sekali saja
  •             Between Me You And Her
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • " To Love ,To Lose "
  • Estar en Flor
  • Antara dosa dan Cinta Pertama

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines