Akhirnya, pesawat yang mereka tumpangi meninggalkan bandara dan terbang menuju London Menurut prakiraan, mereka akan tiba di London, setelah penerbangan selama kurang lebih empat belas sampai lima belas jam. Itu berarti sekitar jam dua pagi mereka akan mendarat di London. Benar - benar perjalanan yang cukup melelahkan. Terlebih mereka harus segera mencari hotel terdekat dari bandara di London ketika sudah sampai.
"Mas, aku mau tanya deh?" Tanya Ellena memecahkan keheningan, setelah kurang lebih sepuluh menit mereka terdiam. Alex yang sedang menikmati pemandangan awan-awan dari dalam pesawat, segera menoleh ke arah Ellena. "Iya, mau tanya apa, sayang?"
"Hmmm ... menurut kamu, penting nggak sih, mengenang masa lalu?"
"Masa lalu?" Alex mengulang dua kata terakhir milik Ellena. Ellena hanya mengangguk, seraya menunggu jawaban dari mulut Alex.
"Hmmm ... penting nggak, ya?" Kini, pandangan Alex mengarah ke depan. Entah apa yang sedang ia terawang. Yang jelas, ia sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Ellena.
"Sederhana." Jawab Alex. Kemudian, ia menoleh ke arah Ellena, dan tersenyum. Membuat Ellena tampak kebingungan.
"Sederhana?" Ellena mengulangi ucapan Alex. Alex mengangguk. "Iya. Sederhana, kok." Jawab Alex.
Ellena masih tampak kebingungan, dan yang ditatap justru malah memamerkan senyum ala nyengir kuda. "Masssssss ... aku serius, ih!" rengek Ellena. Kemudian, ia mengubah posisi duduknya. Ia menghadap ke arah Alex. Kedua mata mereka saling bertemu.
"Hahah, iyaaaa. Aku juga serius, kok." Jawab Alex santai.
"Tuh, kan! Kamu mah, selalu begitu! Kan, aku nanyanya, penting atau nggak?!" Tanya Ellena sekali lagi dengan nada kesal.
"Ya, sederhana." Jawab Alex santai, tanpa rasa bersalah.
Alana Zea Benedict, gadis biasa bermata biru itu selalu merasa takdir tidak pernah berpihak padanya. Kehidupannya semakin rumit setelah ia bertemu dengan pria itu.
Dominic Alvert Kennedy, seorang pria dingin bermata elang serta pewaris Gamma Group, perusahaan properti terbesar di Kota Madrid. Ia sangat populer di kalangan wanita karena ketampanan serta tubuh atletisnya. Namun, siapa sangka, ternyata ia juga diam-diam adalah seorang mafia. Dominic tidak pernah percaya pada cinta, baginya wanita hanyalah pemuas nafsu semata.
Sebuah insiden tak terduga mempertemukan mereka, memulai perjalanan penuh intrik dan emosi. Akankah takdir yang selalu tampak tidak berpihak pada Alana berubah, atau malah membawa mereka ke akhir yang tak terduga?
"Bibirmu sangat menggoda untuk kucicipi," ucap Dominic dengan suara berat khasnya.
"Bagaimana jika tubuhmu ini berada di bawahku? Pasti kau akan menikmati setiap sentuhanku." lanjut Dominic tanpa aba-aba, sebelum meraup bibir Alana ,membuatnya terkejut.
🔞HARAP BIJAK!KONTEN DEWASA!🔞