Honeymoon

Honeymoon

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Akhirnya, pesawat yang mereka tumpangi meninggalkan bandara dan terbang menuju London Menurut prakiraan, mereka akan tiba di London, setelah penerbangan selama kurang lebih empat belas sampai lima belas jam. Itu berarti sekitar jam dua pagi mereka akan mendarat di London. Benar - benar perjalanan yang cukup melelahkan. Terlebih mereka harus segera mencari hotel terdekat dari bandara di London ketika sudah sampai. "Mas, aku mau tanya deh?" Tanya Ellena memecahkan keheningan, setelah kurang lebih sepuluh menit mereka terdiam. Alex yang sedang menikmati pemandangan awan-awan dari dalam pesawat, segera menoleh ke arah Ellena. "Iya, mau tanya apa, sayang?" "Hmmm ... menurut kamu, penting nggak sih, mengenang masa lalu?" "Masa lalu?" Alex mengulang dua kata terakhir milik Ellena. Ellena hanya mengangguk, seraya menunggu jawaban dari mulut Alex. "Hmmm ... penting nggak, ya?" Kini, pandangan Alex mengarah ke depan. Entah apa yang sedang ia terawang. Yang jelas, ia sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Ellena. "Sederhana." Jawab Alex. Kemudian, ia menoleh ke arah Ellena, dan tersenyum. Membuat Ellena tampak kebingungan. "Sederhana?" Ellena mengulangi ucapan Alex. Alex mengangguk. "Iya. Sederhana, kok." Jawab Alex. Ellena masih tampak kebingungan, dan yang ditatap justru malah memamerkan senyum ala nyengir kuda. "Masssssss ... aku serius, ih!" rengek Ellena. Kemudian, ia mengubah posisi duduknya. Ia menghadap ke arah Alex. Kedua mata mereka saling bertemu. "Hahah, iyaaaa. Aku juga serius, kok." Jawab Alex santai. "Tuh, kan! Kamu mah, selalu begitu! Kan, aku nanyanya, penting atau nggak?!" Tanya Ellena sekali lagi dengan nada kesal. "Ya, sederhana." Jawab Alex santai, tanpa rasa bersalah.
All Rights Reserved
#607
orangketiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Devil Prince ✓ [#2 JEFFREY]
  • Crying In The Winter (On Going)
  • After The Storms END√
  • Say Bye
  • YOU'RE MINE | END
  • Cinta Eksklusif (Perjudian)
  • KANKSA
  • Stranger From Nowhere [END]
  • LOVE, MR.DOMINIC
  • Unbelievable Destiny

[SUDAH TERBIT] RE-UPLOAD Sequel dari Me and Mr Billionaire • Alexander Zachary Jeffrey. Pemuda tampan berusia 23 tahun yang terlahir dari keluarga Jeffrey dan menjadi seorang penerus dari perusahaan Stanley Incorporation. Wajah yang tampan, kaya, genius, hingga banyak wanita yang mengantri untuk dijadikan kekasihnya. Namun siapa yang menyangka jika seorang Alexander tidak pernah mau menyentuh kekasihnya sebelum melangsungkan acara pernikahan. Tapi sepertinya ucapan itu tidak berlaku untuk seorang wanita bernama Felicia Genevieve berusia 21 tahun yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan Jeffrey Corporation. Kehidupan wanita itu menjadi hancur ketika ia bertemu dengan pria yang berwajah layaknya seorang prince namun memiliki hati bagaikan iblis. Felicia sudah berusaha untuk menjauh dan bersikap jika ia dan Alexander tidak pernah bertemu, namun pria itu seakan tidak pernah berhenti untuk mengejarnya dan menemukannya dimanapun ia berusaha untuk bersembunyi. • Felicia memekik ketika Xander tiba-tiba menciumnya sebelum ia terkulai oleh ciuman itu, Felicia mendorong dada Xander dengan kencang mengenakan kedua tangannya. "You are---" "Bastard?" sergah Xander dengan sudut bibir kirinya yang terangkat. "No! You are Devil!" Felicia membalas ucapan Xander diiringi matanya yang melotot karena marah. Xander berpikir sejenak, kemudian terkekeh. "Itu memang huruf tengah di namaku, baby... Xandevil, right?" "Ya! Kau lebih cocok dipanggil Xandevil daripada Xander." "Ck ck ck... Jujur saja kalau itu adalah nama panggilan kesayanganmu untukku." "Dalam mimpimu, Tuan Iblis yang terhormat." "Dalam mimpiku ya? Ah, berarti kau harus temani aku tidur sekarang. Ayo, kita pulang." Xander segera mengangkat tubuh Felicia dan membawanya di pundaknya yang kokoh dan lebar tanpa memperdulikan sekitar dan teriakan yang keluar dari bibir wanita itu. ••• Start | 4 Mei 2019 DON'T COPY PASTE Copyright © by PUTRIANA

More details
WpActionLinkContent Guidelines