Story cover for Beautiful Disaster by Loliesssss
Beautiful Disaster
  • WpView
    Reads 2,161,896
  • WpVote
    Votes 28,832
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 2,161,896
  • WpVote
    Votes 28,832
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Dec 15, 2014
Mature
"Brengsek! jadi ini tujuanmu membawaku kesini? menawarkanku kepada lelaki lelaki hidung belang yang menjijikan seperti mereka!?" sedetik kemudian api membara dibarisan iris coklat miliknya.
Lelaki tua itu tersenyum licik, "gadis pintar!"

Sepasang mata mengamati kegaduhan yang terjadi antara laki laki tua dan gadis cantik disampingnya. Lelaki tua itu mencengkram lengan gadis itu dengan kuat. Mata iblisnya menyala, "sialan!" umpatnya.

"lepaskan gadis itu!" sontak semua mata tertuju pada pemuda tampan yang berpakaian rapi tersebut.

"Ali.." gumam gadis itu pelan.

"ambil uang ini! ku kira itu jauh dari cukup untukmu dan berikan gadis itu padaku!" sambung pemuda itu memberikan lembaran uang dalam jumlah banyak.

"ternyata kau ada gunanya juga gadis bodoh!" dengan gembira lelaki tua itu berjalan menghampii teman temannya dan berpesta ria di bar itu sampai pagi.

"untuk apa kau membantuku lagi?" tanya gadis itu.

"Untuk menjadikan mu milikku, Prilly!"

"Kamu gila! aku kira aku sudah keluar dari mulut buaya, ternyata aku malah terperangkap dimulut singa!"

"hentikan Prilly,  kau sudah ku beli,  sekarang kau harus menjadi istriku!"

"APA?!"
***

Cerita percobaan ini hehe. 18+
All Rights Reserved
Sign up to add Beautiful Disaster to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
Dia Bahagiaku by HalloTia
19 parts Complete
Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.
Strength In The Heart by FDRDewiFajar
20 parts Complete
*** "Prill, tetaplah bersamaku sampai benar-benar Tuhan yang memisahkan......" Prilly memeluk erat Ali seakan takut kehilangan. Tak terasa ada air mata yang menetes dari mata Aliando. Cinta, hal yang harus benar-benar kita jaga. Kesetiaan cinta kadangkala diuji dengan hal yang berat. Kita bisa menyikapi bila kita memutuskan masalah dengan fikiran jernih dan pemikiran yang dewasa. Jagalah cinta, seakan kau menjaga hatimu sendiri. Cinta itu rentan terhadap air mata dan kesedihan bila kita lengah menjaganya. Jagalah cinta untuk semangat hidupmu. Tetapi, janganlah menjadi cinta buta yang rela mengorbankan segalanya. Biasanya wanita yang menjadi korban cinta buta ini. Pahamilah mana cinta yang murni dari hati atau cinta yang mengedepankan nafsu saja. Penyakit bukanlah akhir dari segalanya. Cinta yang murni dari hati tidak akan melihat kekurangan pasangannya. Jalani cinta dengan penuh kasih. Kini Aliando dan Prilly mengerti artinya Sahabat Hidup. Mereka akan selalu bersama. Melewati rintangan sebesar apapun bersama. Berbagi senyum, berbagi kasih. Pendonor baik hati masih menjadi misteri bagi mereka. Yang pasti pendonor itu akan senang bila melihat Aliando dan Prilly bersatu menjadi Sahabat Hidup yang sebenarnya. Cerita Ini bukan untuk di bajak, dicopas dan sebagainya! Hargai yang membuat :) vote and coment nya yaa ;) Selamat membaca :) Cerita sudah Selesai dan belum diunpublish :) *Kalo gag suka gag usah baca ;) okey? #Thanks...
You may also like
Slide 1 of 10
Stay (Away) cover
Dia Bahagiaku cover
Alena Story (END) cover
PELABUHAN HATI cover
Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔) cover
Between Us cover
Again and Again cover
My Arrogant Gangster cover
Strength In The Heart cover
About Us and Love  cover

Stay (Away)

64 parts Complete

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b