S e l e n o p h i l e  | Ft Chenle✔

S e l e n o p h i l e | Ft Chenle✔

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 14, 2021
Dua orang remaja itu duduk tanpa alas di balkon rumah dengan mata mereka yang memandang langit malam. "Kamu kok aneh?" tanya Ale sambil begeser dari duduknya mendekati Bintang. "Aneh kenapa kak?" Bintang balik bertanya pada Ale. "Nama kamu Bintang, tapi kamu sukanya sama bulan." Ale menjawab dengan memandang perempuan disebelahnya itu. "Liat deh kak, indah banget tau." Bintang menunjuk pada bulan yang sedang ia pandangi. Bintang selalu merasa tenang dan senang saat melihat bulan, memandanginya selalu membuat hati Bintang hangat. Dan menurut Ale, Bintang adalah pemandangan favorit dia, selalu. "Bi, saya mau deh jadi bulan." ucap Ale memecahkan keheningan. Bintang menatap Ale tak mengerti. "Saya mau Bi, jadi hal yang buat kamu bahagia juga, jadi hal favorit kamu juga, jadi tempat buat kamu bisa tenang tiap liat dan deket saya. Boleh gak, Bi?" lanjut Ale menatap Bintang lekat-lekat. ⚠ Jangan lupa disclaimer nya baca dulu yaa! ⚠
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arsyilazka
  • DANADYAKSA
  • Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT]
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND
  • THE CLIMB [Completed]
  • Langit dan Cahayanya
  • My Beloved Enemy

Kisah kehidupan seorang gadis dari keluarga menengah yang mencintai seorang pria sejak ia masih kecil namun karna penolakan yang di dapatkannya saat ia berumur 10 tahun kala itu membuatnya mengubur harapannya untuk bisa bersama pria itu. Namun takdir berkata lain, saat SMA mereka kembali satu sekolah di mana si pria ini menjadikan gadis malang ini sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya. 🍁 "Gila aja Lo!, gue? suka sama cewek kamseupay gitu? Gak banget!" kata Azka dengan wajah yang diangkat angkuh. "Jilat ludah sendiri tau rasa" kata Nathan sambil memainkan handphonenya. "Gue gak bakalan suka sama dia, dia bukan selera gue banget, dia itu cupu, miskin, tepos lagi. Lo tau sendirilah selera gue kayak gimana" kata Azka sambil mengambil lalu meminum minuman milik Nathan yang berada tepat di depannya. Deg "Harusnya aku gak usah berharap lebih" 🍁 "Aku udah punya pacar Kak, jadi aku harap kakak gak ganggu aku lagi" Deg "Lo ngomong apa sih La" kata Azka terkekeh sumbang. "Stop bersikap seakan-akan kakak ada rasa sama aku, aku udah punya pacar, jadi tolong berhenti ikutin aku!, kita udah putus kak" 🍁 Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? 🍁 Cerita ini Murni Karangan aku sendiri, Jadi Plagiat menjauh yaaa :) Kamu tidak akan pernah bisa maju jika hanya menjadi seorang penguntit 😌 Bijak dalam membaca Karya kedua akuuuu :) semoga suka deh yaaa😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines