S e l e n o p h i l e  | Ft Chenle✔

S e l e n o p h i l e | Ft Chenle✔

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 14, 2021
Dua orang remaja itu duduk tanpa alas di balkon rumah dengan mata mereka yang memandang langit malam. "Kamu kok aneh?" tanya Ale sambil begeser dari duduknya mendekati Bintang. "Aneh kenapa kak?" Bintang balik bertanya pada Ale. "Nama kamu Bintang, tapi kamu sukanya sama bulan." Ale menjawab dengan memandang perempuan disebelahnya itu. "Liat deh kak, indah banget tau." Bintang menunjuk pada bulan yang sedang ia pandangi. Bintang selalu merasa tenang dan senang saat melihat bulan, memandanginya selalu membuat hati Bintang hangat. Dan menurut Ale, Bintang adalah pemandangan favorit dia, selalu. "Bi, saya mau deh jadi bulan." ucap Ale memecahkan keheningan. Bintang menatap Ale tak mengerti. "Saya mau Bi, jadi hal yang buat kamu bahagia juga, jadi hal favorit kamu juga, jadi tempat buat kamu bisa tenang tiap liat dan deket saya. Boleh gak, Bi?" lanjut Ale menatap Bintang lekat-lekat. ⚠ Jangan lupa disclaimer nya baca dulu yaa! ⚠
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Our Story (END)
  • My Beloved Enemy
  • Diary [COMPLETED]
  • Seperti Bintang ✔️(SHORT STORY)
  • [ONESHOTs ONLY] Naja and Her Stories
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • Arsyilazka

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines