losing us [finished]

losing us [finished]

  • WpView
    Reads 821
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Saling mengenal denganmu tanpa sadar telah membuat kaki kita mulai melangkah di atas batu karang yang bisa membuat kita terluka kapan saja. Penyesalan memang selalu datang di belakang, dan sekarang aku teramat berharap bahwa aku bisa mencegahnya sejak awal, mencegah kata "kita" yang sudah terlanjur dibentuk di buku ini. Dan pada lembaran terakhir cerita kita, aku hanya ingin mengatakan; aku tetap mencintaimu. Terlepas yang kurasakan ini salah atau benar, terlepas kamu menginginkan perasaan ini ada atau tidak, terlepas akhirnya kita harus menghapus kata "kita" yang sudah begitu banyak ditulis di lembaran-lembaran dalam kenangan kita. Aku harus kehilanganmu pada akhirnya, dan kamu harus kehilanganku juga. Kita akan saling kehilangan, menjauh, dan pudar seperti gelembung yang terbang ke angkasa dan mendadak hilang dalam sekejap mata. "Salahkah jika aku berharap bahwa kisah singkat kita bisa berubah jadi kisah selamanya? Di saat aku tahu bahwa saling mencintai denganmu adalah sebuah kesalahan yang besar."
All Rights Reserved
#222
fallinginlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • LENGKARA
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Sheina (Terbit)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • This Love
  • Bukan Kita D.A.N

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines