ANGKASA
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
anak broken home yang selalu menanyakan pada takdir apa dia bisa bahagia juga? angkasa sayang papa dan mamanya mereka sosok hebat tapi angkasa gamau kalau rumah tangga dia nanti seperti papa dan mamanya cukup angkasa yang merasakan jadi broken home :) angkasa suka gambar dan dia selalu mencurahkan perasaan dia lewat tulisan yang ia sematkan di gambarnya. ini cerita tentang angkasa entah tentang bahagia atou perih cerita kehidupannya. "Angkasa gaboleh nyerah aku tau kamu lebih kuat dari ini, jangan pergi angkasa aku janji gaakan lagi ada kesedihan aku akan ada selalu buat kamu jadi jangan nyerah aku mohon" - Sena "Maafin mama angkasa mama gapernah tau kalo kamu memiliki luka sebesar ini maafkan ibu yang tidak pernah memikirkan kamu atas perceraian papa sama mama" -mama "maafkan papa sa, papa tau papa gagal jadi sosok superman kamu" - papa "jangan pergi lo bilang lo mau bahagia lo mau bikin angkasa cilik yang bahagia bangun bego lo gaboleh nyerah sa" -putra ______________________________________ "maaf" -angkasa
All Rights Reserved
#249
sakithati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Broken Home
  • 365 Lembar [END]
  • Semesta untuk sean
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • dimana janji tersebut
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Kisah Akala
  • RAPUH!
  • Home?

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines