Diary Eca

Diary Eca

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 22, 2021
"Bukan eca mah!" Ujar Eca dengan lantang. "Bukan eca yang bunuh!" "Gak hiks, bukan hiks eca, bukan eca yang bunuh!" Cairan bening keluar membasahi pipi nya yang sedikit berisi itu. "Bukan eca yang salah hiks!" Ucap Eca sedikit terisak. "B-bukan!" "Papah tau?" Tanya Eca kepada papah nya. "Mamah tau gak?" Tanya Eca kepada mamah nya yang menunduk sembari mengusap air mata nya. "Apa abang juga tau?" Sorot mata nya beralih ke arah abang nya yang terduduk di lantai dan tersandar di dinding bercat putih tersebut. Pertanyaan Eca tak sedikit pun di gubris oleh papah, mamah, dan abang nya. Eca yang sedari tadi berdiri di hadapan mereka bertiga, tiba-tiba menjatuhkan diri nya ke lantai. Penampilan nya yang kacau itu memperlihatkan bahwa diri nya sangat hancur. Sangat-sangat hancur!. "E-eca selama ini tersiksa pah, mah, bang" Eca memecah keheningan tersebut dengan ucapan nya. "Eca tersiksa sama perilaku kasar kalian ke eca, fisik eca sakit, batin eca hancur, semua periku kasar kalian, tuduhan, ucapan kalian itu cuman bisa hancurin mental eca, kalian nyakitin fisik eca dari eca kecil pah, mah!" "Eca butuh kasih sayang kalian, bukan perilaku kasar kalian, eca butuh pembelaan dari abang, eca butuh pelukan kalian, seperti kalian menyayangi dia?" Ujar Eca dan menunjuk ke arah bingkai foto yang berada di atas meja ruang tamu tersebut. "Percaya sama eca, bukan eca yang bunuh!" Ujar Eca sembari melihat wajah ke tiga orang tersebut secara bergantian. *****
All Rights Reserved
#338
sadend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not The Wrong
  • RAESHA (Revisi)
  • ALEYA~~
  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Semesta untuk sean
  • Paradise
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Rayhan dirgantara [End]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

"Oh, jadi kamu minta tolong sama Brama juga? Dasar cewek sana-sini mau," ejek Ake sesekali tertawa. "Terus, mau adegan romantis lagi seperti di drama-drama Korea. Ya, mana bisa? Brama tadi sebenarnya jijik dengan adegan itu. Iya 'kan, Bram?" tanya Nalia sembari menatap Brama. Ucapan Nalia membuat Brama menghela napas, dia tak habis pikir. Kenapa, sih, mereka sebegitunya dengan Angel? Apakah karena dia punya keistimewaan tersendiri? Usai menghela napas dan menekan sedikit pelipisnya. Brama tersenyum sinis lantas membalas tatapan Nalia. "Coba katakan, mengapa aku jijik melakukan hal itu?" tanya Brama. Pertanyaan Brama membuat Nalia tersenyum kemenangan, dia yakin Brama memihak kepadanya. 🌹🌹 Berbicara tentang keistimewaan, apakah itu sebuah kesalahan? Bukan yang salah. Ada hal bermakna di dalamnya. Lantas, apakah makna tersebut?

More details
WpActionLinkContent Guidelines