Akan Ku Usahakan

Akan Ku Usahakan

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 12, 2023
BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA Tak kuat lagi menjadi saksi bisu perbincangan hangat dua orang yang dia cinta itu, Naya memberanikan diri mendekat dan menampakkan diri. "Aku yang egois." Ucapnya sambil beriliran air mata. Nahwa melihatnya sampai kaget dan terdiam tanpa kata. Sebaliknya, Fadhil malah terkekeh seperti orang tak waras diantara mereka. "Akhirnya, nyonya yang kita tunggu ini keluar juga." Ucap Fadhil dengan nada menohok. Nahwa berusaha menggapai kakaknya Namun tangan yang ingin memeluk Naya malah ditangkis kasar olehnya. "Cukup Wa. Cukup. Sekarang aku sudah tau semua kebenarannya. Kenapa kamu nggak bilang yang sejujurnya pada ku saat itu? Oh ya, aku lupa. Aku lah yang bodoh dan egois disini." Ucap Naya dengan penuh pilu.
All Rights Reserved
#279
funfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Want U! (Tamat)
  • Bukan Mantan Pacar
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Abhita (Completed)
  • ARTAN
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Don't call it love!
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Love & Enemy

Hidup milikku yang seharusnya sempurna pun berubah berantakan. Tunanganku memilih membela cewek lain, membuatku patah hati, dan aku pun memilih mengincar si pelakor. Cinta membutakan diriku hingga tidak melihat betapa buruk tunanganku sesungguhnya. Akibat dari perbuatanku, aku tewas dengan cara konyol. Keajaiban terjadi. Aku kembali di waktu diriku berusia enam belas tahun. Bukan hanya itu! Aku pun teringat informasi mengenai kehidupan pertamaku. Segalanya jadi berbeda dan aku memutuskan di kehidupan kali ini akan kutendang masa depan tunangan kampret dan membalas perlakuan pelakor sinting! Aku mau REVENGE total! Oleh karena itu, aku pun mendekati pria yang di masa depan akan menjadi pusat dunia milik musuhku. Intinya cuma satu, sih. Aku dengan senang hati menerima rekanku sebagai anak buah. Gampang. "Kamu nggak berencana kabur, 'kan?" Rencanaku terlalu berlebihan. Bukan hanya musuhku menerima balasan, melainkan diriku pun dapat ganjaran. "Siapa yang mau kabur, sih? Ahahahahaha!" Semuanya berantakan! Berantakan!

More details
WpActionLinkContent Guidelines