Akan Ku Usahakan

Akan Ku Usahakan

  • WpView
    Membaca 99
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Feb 12, 2023
BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA Tak kuat lagi menjadi saksi bisu perbincangan hangat dua orang yang dia cinta itu, Naya memberanikan diri mendekat dan menampakkan diri. "Aku yang egois." Ucapnya sambil beriliran air mata. Nahwa melihatnya sampai kaget dan terdiam tanpa kata. Sebaliknya, Fadhil malah terkekeh seperti orang tak waras diantara mereka. "Akhirnya, nyonya yang kita tunggu ini keluar juga." Ucap Fadhil dengan nada menohok. Nahwa berusaha menggapai kakaknya Namun tangan yang ingin memeluk Naya malah ditangkis kasar olehnya. "Cukup Wa. Cukup. Sekarang aku sudah tau semua kebenarannya. Kenapa kamu nggak bilang yang sejujurnya pada ku saat itu? Oh ya, aku lupa. Aku lah yang bodoh dan egois disini." Ucap Naya dengan penuh pilu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#554
funfiction
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Adka Is BABY [FemDom]
  • Sudut pandang (felisha)
  • Love & Enemy
  • Abhita (Completed)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • I Love You Mas Niel!
  • Canvas of Love (Tamat)
  • FRIENDS AND LOVE [ COMPLETED ]
  • Bukan Mantan Pacar
  • Don't call it love!

ᴄʜɪʟᴅɪsʜ ʙᴏʏ sᴛᴏʀʏ 𝟸 Adka Frederick itu : -Manja -Cengeng -Pintar -Ceria -Sok keras -Lucu dan tampan -Bayik gede! Sebaliknya Natasyan Karla itu : -Dominan -Keren -Mandiri -Pintar -Cantik -Suka jahilin Adka! __________ "Karla~ aku pinjam bahunya sebentar~" Adka merengek manja, matanya luyu dan beberapa kali mengedip. "Buat apa?" Adka tersenyum manis walau dengan mata yang sudah mengantuk. "Aku kepengen bobok... boleh ya?" Matanya memelas. Karla menggelengkan kepalanya tanda tak mengizinkan. "Ngg... Kenapa?" Karla hanya diam tanpa menjawab. Ia menampilkan wajah datar dan menyeramkan. Membuat lelaki di sampingnya itu menciut. "Karla, aku ngantuk tau!" Sedih banget dirinya di tolak begini. "Kamu bisa sandaran di bahu mami Ila." "Gak mau!" "Yasudah, jangan bobok kalo gitu." "Karla~" "Naon sih?" "Sandaran yaa? Boleh kan? Boleh dong!" Lelaki itu segera memeluk bahu sempit milik Karla dan bersandar di sana sembari memejamkan mata. "Apa sih peluk-peluk gini? Sesek tau!" "Bodo amat, tau! Adka tuh mau bobok! Karla diem aja deh." Pada akhirnya Karla hanya bisa pasrah. Punya pacar manja sok keras kayak Adka memang melelahkan, namun sikapnya itu lah yang membuat Karla nyaman dan ingin menjahili Adka terus-menerus. Eh, gimana ya kalo Adka di jahilin dengan embel-embel kata putus? Seru deh pasti!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan