Akan Ku Usahakan

Akan Ku Usahakan

  • WpView
    Lecturas 101
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 12, 2023
WpInfo
Fanfic
BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA Tak kuat lagi menjadi saksi bisu perbincangan hangat dua orang yang dia cinta itu, Naya memberanikan diri mendekat dan menampakkan diri. "Aku yang egois." Ucapnya sambil beriliran air mata. Nahwa melihatnya sampai kaget dan terdiam tanpa kata. Sebaliknya, Fadhil malah terkekeh seperti orang tak waras diantara mereka. "Akhirnya, nyonya yang kita tunggu ini keluar juga." Ucap Fadhil dengan nada menohok. Nahwa berusaha menggapai kakaknya Namun tangan yang ingin memeluk Naya malah ditangkis kasar olehnya. "Cukup Wa. Cukup. Sekarang aku sudah tau semua kebenarannya. Kenapa kamu nggak bilang yang sejujurnya pada ku saat itu? Oh ya, aku lupa. Aku lah yang bodoh dan egois disini." Ucap Naya dengan penuh pilu.
Todos los derechos reservados
#80
kekasihhalal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Abhita (Completed)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Canvas of Love
  • Mamaku Mantan Antagonis (Tamat)
  • Bukan Mantan Pacar
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • FRIENDS AND LOVE [ COMPLETED ]
  • Don't call it love!
  • ALZEA

"Ih, Naufal kamu ngeces!" Anak-anak mendadak sibuk mengolok-ngolok Naufal, cowok culun yang duduknya pengen selalu di depannya itu buru-buru ngusap wajah. Kata Mina, sih dia suka caper sama guru makanya mau duduk di depan, sendiri pula tuh. Dan kayaknya terbukti juga. Oh, ya. Penampilannya kali ini sungguh menjijikkan, ada bekas air liur di pipi kanannya. Naufal Si Culun namanya. Yang paling membuatku geram sama Naufal itu karena dia punya hobi aneh dan meresahkan. Cowok itu selalu ngikut aku kemana pun pergi, kata teman-teman, Naufal pengen akrab sama aku. Tapi, ayolah. Siapa yang mau berteman sama anak kayak dia. Jangan kasihan masa Naufal. Polos-polos gitu, dia suka ngusilin aku--seperti sembunyiin pulpen atau mengempesin ban sepedaku. Nggak apa-apa buatku, santai ajah. Toh, saat ketemu dia besoknya, aku nggak segan lagi hajar dia sampe babak belur. Saat itu Naufal pasti memohon-mohon buat diampuni salahnya, tapi besoknya dia malah makin ngelunjak ajah. Makanya jangan kasihan sama muka polos itu--dia sebenarnya bangsat. Aku pengen dia cepat-cepat mati.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido