Story cover for ADELNIA by Lela_12345
ADELNIA
  • WpView
    Reads 340,630
  • WpVote
    Votes 11,754
  • WpPart
    Parts 37
  • WpView
    Reads 340,630
  • WpVote
    Votes 11,754
  • WpPart
    Parts 37
Ongoing, First published Sep 14, 2021
Cerita ini bersifat konflik ringan, hanya fokus pada kehidupan rumah tangga mereka. Lain dari itu, hanya sebagai bumbu cerita saja

"Kak, bisa jemput aku? Aku lagi di taman, bentar lagi hujan."

"Siapa lu nyuruh-nyuruh gue?! Punya hak apa lo?!"

"Ka-kamu pacar ak-"

"Pacar? Najis! Lu cuma pacar diatas kertas doang!"

"Oke, iya aku pacar diatas kertas. Tapi aku minta tolong jemput aku, bentar lagi mau hujan."

"Anabel gue lebih penting daripada cewek buluk kayak lu!"

Tut!

Hidup itu kejam. Adel hidup sendiri didunia ini, orang tuanya sudah meninggal karena mengalami kecelakaan dan mati ditempat. Dia ditinggal hidup miskin oleh orang tuanya, tidak ada harta yang bisa ditinggalkan untuk dirinya membuat Adel bekerja untuk biaya hidupnya.

Mempunyai pacar yang kejam dan sadis menambah beban hidup Adel. Setiap hari ia selalu dicaci maki, diumpati, dikasari, ditendang bahkan sampai disiram oleh air comberan.

Bukan cuma itu saja, setiap hari Adel harus makan hati melihat kekasih hatinya lebih perhatian pada sahabatnya ketimbang dirinya yang notabene pacar cowok itu. Perhatian Regal pada Anabel yang kelewat lembut dan penyayang membuat Adel diam-diam menangis namun sekuat tenaga ditahan. Adel tidak mau kelihatan lemah.

"Aku bertahan pada hubungan ini bukan karena aku mencintaimu. Tapi.. setelah kamu menancapkan luka lebih dalam pada hatiku sampai rasanya aku ingin mengakhiri hidup. Disitulah tidak ada kata maaf untukmu meskipun kamu bersujud di kakiku. Aku tidak mau penyesalanmu itu membuat hatiku goyah dan akhirnya memaafkanmu. Maka dari itu puaskan sakiti aku." -Adelnia Hanjani
All Rights Reserved
Sign up to add ADELNIA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
THE CLIMB [Completed] by prlstuvwxyz
8 parts Complete
Cerita diprivate acak biar gak diacak-acakin. Follow dulu kalo mau baca secara lengkap (Humor-Teenfiction) "ngakak terus daritadi" "ceritanya mulai bikin baper euy, ada cerita yang relate banget lagi sama aku" "gue baper kadang ketawa kadang nangis, kadang dibilang mama 'kamu kenapa sih?' atau ga 'kamu chatan sama pacar ya?' padahal ga punya" "ya allah nyesek amat ya jadi lu" "ga tau harus tawa atau ikut sedih" "boljug caption ig" "gue yakin 100% yang buat cerita ini otaknya rada geser juga" "gue ga berenti ngakak kalo alip ngomong" "deg-deg an nih, kalo gue di posisi mereka" "jadi pengen kesitu" "kok lucu sih thor, gue ketawa mulu kalo baca story lu" "gue sedih sambil ngakak kayak orgil" "nah iya gue juga bingung kasih tau dong thor" Tentang Alyviah yang kepergok calon gebetan, sedang 'Bersolo Karir' di depan kipas angin ruang tamu rumahnya. Dan ketika Alyviah sedang melangsungkan 'Konser Tunggal' di dalam kamarnya, lagi-lagi ia kepergok. Misi tersulit Alyviah cuma satu, melelehkan es batu berjalan seperti Rafka si 'Anak Gunung'. Seperti kalian ketahui, karakter Anak Mapala atau Anak Gunung biasanya lebih mementingkan 'Dunia Alam' nya, ingin bebas, tidak mau terikat dengan apapun, tidak suka peraturan, dan berbagai karakter lainnya. Ya memang sih, Anak Mapala juga jadi incaran cewek-cewek di kampus karena mereka adalah sosok petualang. Kemungkinan perjuangan Alyviah akan seperti pendakian. Medannya terjal dan membuat kelelahan karena miring beberapa puluh derajat, tidak lurus, kadang licin, terjungkal, tersungkur, dan terjatuh. Namun, apakah akhir perjalanan Alyviah akan mendapati pemandangan yang indah? Terselip juga cerita tentang pendakian, ada beberapa gunung yang akan ditaklukkan. Mari mendaki---tertawa, sedih, kesal, kecewa, marah, baper bersama!
You may also like
Slide 1 of 9
Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook] cover
9 Eternity || SEGERA TERBIT cover
Benalu [Terbit] cover
THE CLIMB [Completed] cover
Paradise cover
No Longer Mate cover
Sejenak Luka cover
Diary Depresiku cover
Something Beautiful cover

Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]

8 parts Complete

Adikku mencintai pacarku. Dan pacarku pun mencintainya. Begitulah... Aku hancur, remuk, berkeping-keping. Merangkak, tertatih, aku mengumpulkan kembali kepingan-kepingan hati yang tercerai berai. Meratap, aku berusaha menyembuhkan luka hati walau sedikit demi sedikit. Dan aku merelakannya... Tapi ketika aku telah mampu menata hatiku, ketika aku telah hampir melupakannya, kenapa lelaki itu harus kembali ke kehidupanku?