ADELNIA

ADELNIA

  • WpView
    Reads 344,199
  • WpVote
    Votes 11,793
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini bersifat konflik ringan, hanya fokus pada kehidupan rumah tangga mereka. Lain dari itu, hanya sebagai bumbu cerita saja "Kak, bisa jemput aku? Aku lagi di taman, bentar lagi hujan." "Siapa lu nyuruh-nyuruh gue?! Punya hak apa lo?!" "Ka-kamu pacar ak-" "Pacar? Najis! Lu cuma pacar diatas kertas doang!" "Oke, iya aku pacar diatas kertas. Tapi aku minta tolong jemput aku, bentar lagi mau hujan." "Anabel gue lebih penting daripada cewek buluk kayak lu!" Tut! Hidup itu kejam. Adel hidup sendiri didunia ini, orang tuanya sudah meninggal karena mengalami kecelakaan dan mati ditempat. Dia ditinggal hidup miskin oleh orang tuanya, tidak ada harta yang bisa ditinggalkan untuk dirinya membuat Adel bekerja untuk biaya hidupnya. Mempunyai pacar yang kejam dan sadis menambah beban hidup Adel. Setiap hari ia selalu dicaci maki, diumpati, dikasari, ditendang bahkan sampai disiram oleh air comberan. Bukan cuma itu saja, setiap hari Adel harus makan hati melihat kekasih hatinya lebih perhatian pada sahabatnya ketimbang dirinya yang notabene pacar cowok itu. Perhatian Regal pada Anabel yang kelewat lembut dan penyayang membuat Adel diam-diam menangis namun sekuat tenaga ditahan. Adel tidak mau kelihatan lemah. "Aku bertahan pada hubungan ini bukan karena aku mencintaimu. Tapi.. setelah kamu menancapkan luka lebih dalam pada hatiku sampai rasanya aku ingin mengakhiri hidup. Disitulah tidak ada kata maaf untukmu meskipun kamu bersujud di kakiku. Aku tidak mau penyesalanmu itu membuat hatiku goyah dan akhirnya memaafkanmu. Maka dari itu puaskan sakiti aku." -Adelnia Hanjani
All Rights Reserved
#271
sakithati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • THE CLIMB [Completed]
  • ARKALYA (END)
  • I'm Alessa
  • Paradise
  • Benalu [Terbit]

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines