BARA API
  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 21, 2022
Seorang laki-laki dingin yang dipertemukan dengan perempuan cerewet. Gadis yang menyimpan segudang luka namun tak terlihat. "Api! Lo bisa gak sih sehari gak ganggu gue?" Laki-laki itu membentaknya, membuat lawan bicaranya kaget. "Gak bisa Bara," ucap gadis cantik itu, menampilkan wajah sedih, menghela napas sebentar kemudian melanjutkan ucapannya, "Lo itu pasangan gue. BARA API, gimana? cocok kan? Kita ini pasangan panas Bara, sesuai nama kita." Gadis itu terkikik geli melihat Bara yang langsung memasang wajah jijik dan kaget karena suaranya yang berubah semangat. Ia abai dan benci akan kehadiran gadis itu tetapi semakin lama bersama semakin mencuat luka yang sengaja gadis itu tutupi, memberi sinyal bahwa sebenarnya gadis tersebut tidak baik-baik saja. "Everything will be okay." Bara mendekap erat gadis rapuh yang penuh kepalsuannya ini.
All Rights Reserved
#257
bara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • ISAK (Completed)
  • Something Bitter
  • Bryan's
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Aku Suka Cherry
  • VILOVE [END✓]
  • ALSYA
  • IDENTITY (END)

✨SEQUEL LOVE AND REVENGE✨ INI VERSI 1 ✨ "Semuanya sudah selesai, apa yang kau harapkan lagi? Lebih baik kau pergi jauh dari hidupku!" Kata seorang gadis yang tengah menatap kesal pria didepannya. "Aku tau semuanya sudah selesai, aku hanya ingin memastikan jika kau bahagia atau tidak." Pria itu menatap dengan seksama wajah gadis tadi. "Bahagia atau tidak? Apa urusanmu? Kau tidak punya hak atas kehidupanku!" Bentak gadis itu dengan kasar. "Jelas itu urusanku, sebelum kau bahagia. Aku tidak akan pergi dari kehidupanmu." Mendengar ucapan itu membuat sang gadis ingin memaki-maki pria itu. "Aku sudah bahagia, jadi kau bisa pergi dari kehidupanku sekarang!" Suara gadis itu naik satu oktaf. "Really?" "Yeah, aku tidak membutuhkanmu lagi! Jadi Please go away!" Gadis itu tersenyum miring, setelah itu ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pria tadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines