With My Melody

With My Melody

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 2, 2021
Aneta, seorang perempuan dengan keluarga ekonomi kelas atas harus berhadapan dengan kenyataan, bahwa hidup ga akan pernah semulus skenario yang ia buat. Dia takut. Takut semua skenario bahagia yang ia buat berganti genre menjadi duka. Keluarga nya hancur, begitupun rumah yang sudah lama mereka inginkan. Ikut hancur bersamaan dengan rintik air mata. Aneta ga kuat. Dia bukan tipe manusia yang bisa tegar walau terlihat sering tersenyum. Dia bukan tipe seperti itu. Sampai pada akhirnya seseorang bernyanyi di belakang Aneta dengan membawa banyak balon gelembung di tangan kanan nya. Tatapan sendu dan teduh itu berhasil menghipnotis Aneta untuk tidak berlari lebih jauh lagi. Dia abim. Abimanyu Raka Bumi. "Taaa, kalau rumah itu udah hancur. Kamu masih punya rumah lain yang bisa ajak kemana pun yang kamu mau. Ayo pulang. Kita seduh susu coklat kesukaan kamu sambil nonton film komedi, setuju?" ☆━━━━━━━━━━━━━━━☆ Penasaran sama kisah Aneta & Abim? Jangan lupa buat baca yaaa! Taro juga di Perpustakaan kamu biar ga ketinggalan sama update terbaru dari With My Melody....!! ☆━━━━━━━━━━━━━━━☆ ∆ Cerita 100% fiksi ∆ Dilarang keras untuk plagiat. ∆ Untuk mendukung penulis, jangan lupa vote. ∆ Kritik saran sangat dibutuhkan. ☆━━━━━━━━━━━━━━━☆ SELAMAT MEMBACA DAN SELAMAT BERGABUNG DENGAN MELODYS!! ©nutriibOO
All Rights Reserved
#121
melody
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • keduluan ㅡ hyunjin
  • BUMI DENGAN SEGALA LUKANYA
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Buku : Bumi untuk Kumara (Selesai)
  • Almeyra Azqilla Alana [On Going]
  • My Duchess / End

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines