GALANG ANGGARA PUTRA

GALANG ANGGARA PUTRA

  • WpView
    Reads 3,307
  • WpVote
    Votes 360
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Nyaman adalah satu kata yang sudah banyak orang mahir melakukannya. Namun, apakah setelah mendapatkan kenyamanan mampu melakukan sebuah keikhlasan? sepertinya mudah. Iya, mudah dilakukan bagi seseorang yang mempunyai hati dengan versi sabar terbaik. Apalagi mengikhlaskan seseorang yang begitu berarti dalam hidup, yang selalu mengajarkan diri untuk berdamai dengan malam yang semakin kelam serta mengajarkan untuk tetap tabah menghadapi takdir yang selalu berubah. Begitulah sosok Galang Anggara Putra rasakan selama ini. Namun, akankah ia mampu menjalankan kehidupannya tersebut? Bukan mengenai cinta lagi melainkan tentang arti hidup yang sesungguhnya.
All Rights Reserved
#225
ips
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ruang
  • DIAM
  • Amami
  • I Missing You (COMPLETED)
  • HIDDEN I (The End)
  • When Two Hearts Collide
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • AKHIR DARI NYAMAN
  • [✓] 💭. we are classmate's ㅡ re-upload
ruang

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL

More details
WpActionLinkContent Guidelines