Hopeless

Hopeless

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 2, 2022
Apa yang kalian lakukan jika menjadi Saschaara? Memberontak? Pasrah? Atau hanya berdiam diri menunggu keajaiban datang? Disiksa, dipukul bahkan diludahi oleh Ayah kandungmu sendiri. Menjadi bayangan sosok Ratu Ameera Witjaksono, adikmu yang mendapat kasih sayang dan cinta segenap jiwa oleh keluarganya. Keluarga yang sama denganmu. Selamat datang di dunia Saschaara. ------------------------------------------------- Brakkk Satu tendangan kuat mendarat di perut Saschara yang masih berbalut seragam putih abu-abu kusut miliknya. Cap sepatu ketiga dari Ayah kandungnya itu membuat seluruh makanan yang ia santap siang tadi terasa diaduk dan berlomba naik ke tenggorokan untuk meminta dikeluarkan dari lambungnya. Ia hanya bisa membekap mulut dengan menahan rasa mual, perih, dan sakit yang ia rasakan. Sekujur tubuhnya kini lebam. Mungkin luka membiru yang ada pada punggungnya kini kembali memiliki teman. Luka baru yang diberikan Sang Ayah tak ada apa-apanya dibanding rasa kecewa dan emosi dalam hatinya. Peringatan! Cerita ini mengandung kata-kata kasar dan adegan kekerasan. Mohon bijak dalam memilih bahan bacaan. Bila terjadi kerugian mental psikal pada pembaca bukan tanggung jawab penulis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARDIRA [SELESAI]
  • ALONE
  • CLOSER
  • Brother and Sister [END]
  • Eliinaa
  • ELOURA [Proses Revisi]
  • Back For Me (Completed)
  • Let Me Love You Longer
  • FRIENDzone (Completed)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Tentangku tentangmu sempat tertulis di kertas yang sama. Namaku namamu pernah Tuhan satukan dalam skenario yang kita perankan. Rasamu rasaku pernah saling mengisi kekosongan. Meski tak pernah terucap, namun bisa dirasakan. Bukankah semua itu menyiksa? Bukankah jika kita terus begini akan ada luka? Bukankah kamu lelah menyimpan kata? Dan bukankah aku juga lelah menunggu kalimat indah yang tak kunjung terdengar darimu? Bukankah kita telah sama-sama jenuh menerka semua rasa yang tidak memiliki nama ini. Semua sangat menyiksa. Mungkin kita mencoba membuat kenangan sebanyak-banyaknya karena kita tahu, suatu hari nanti, kita tidak akan bisa lagi bersama. Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kau telah menjaganya dengan begitu kuat. Yang datang akan datang, walaupun kau tidak menginginkan kedatangannya. Semua tak akan pernah abadi, semua akan sirna, semua yang fana akan binasa. Begitu pula dengan kisah dan kasih tentang kita. Kisah kasih yang tak memiliki nama. Ini tentang kisah patah, luka, kecewa dari dua orang yang akhirnya saling melepaskan dan terluka secara perlahan. Penasaran?? HAPPY READINGS❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines