BATAS KEMATIAN

BATAS KEMATIAN

  • WpView
    LECTURES 282
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Chapitres 27
WpMetadataReadTerminé mar., sept. 21, 2021
Tidak semua yang kita percaya itu dapat kita yakini. Namun tidak semua apa yang kita tidak percayai itu tidak ada. Ini kisahku, aku tidak memaksamu untuk percaya apa yang aku ceritakan. Tapi yang harus kau ketahukan, mereka benar-benar ada. Mereka kejam, mata merah tajam penuh dengan kebencian. Rambut berantakkan, kuku panjang, yang dapat merobek perut hanya sekali gores dan mencongkel bola mata dari cangkang. Percaya atau tidak percaya begitulah adanya. Berat untuk menyakininya, berat untuk mempercayainya, tapi inilah kisah yang kualami. BATAS KEMATIAN.
Tous Droits Réservés
#996
horor
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dedarah 「END」
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • Cavendish (Name) - BNHA Alternative Universe
  • Misteri Rumah Tachibana (Haikyuu!!) ✔︎
  • Hyacinth
  • CREEP!!! [COMPLETED]
  • Daechan Wiramaja
  • Kumpulan Cerita Horor
  • 𝐆𝐢𝐫𝐥 𝐢𝐧 𝐑𝐞𝐝 (COMPLETE)

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu