Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
S T R A I G H T

S T R A I G H T

  • WpView
    Leituras 111
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mar 21, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Aku tahu rasa ini salah, rasa sayang yang awalnya ku anggap adalah suatu hal yang wajar terjadi antara kita. Hingga degupan jantungku yang sering menggila saat disamping mu menandakan bahwa ada batasan yang kini telah ku langgar. Aku tahu dan sadar diri, maka dari itu ku putuskan untuk menghapus rasa itu seiring dengan berjalannya waktu. Hingga takdir memaksakan alurnya Dan saat hal itu terjadi Ada rasa bahagia yang menyelimuti Tapi di sisi lain ada rasa sesal yang timbul Membuat ku ingin mengumpat dan juga mengucapkan syukur di waktu yang sama ****
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cuddling Myself
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • 𝐒𝐡𝐨𝐫𝐭 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 ( 𝗘𝗻𝗱)
  • Like The Angel
  • My Partner in Everything
  • CINTA & HARTA(tamat)

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo