









Di rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang, Naira justru belajar arti kesepian. Sebagai anak terakhir dari tiga kakak laki-laki, ia tumbuh di antara tatapan dingin dan kata-kata yang tak pernah hangat. Tak ada pelukan, tak ada tanya kabar. Hanya diam dan jarak yang tak pernah ia mengerti. Kehadirannya tak pernah dianggap ada. Tak ada yang tahu bahwa di balik senyumnya, Naira menyimpan rahasia yang perlahan menggerogoti hidupnya. Tubuhnya melemah, waktunya menipis - tapi tak satu pun dari mereka menyadarinya. Naira hanya bisa menulis sepucuk surat setiap kesempatan yang ia miliki. Naira ingin melihat ketiga kakaknya tersenyum ramah padanya, tetapi itu adalah hal yang mustahil.
More details