Bintang Yang Bersinar {END}

Bintang Yang Bersinar {END}

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 15, 2021
"Tidak ada bintang malam ini, gelap. Seperti waktu itu." Selama di perjalanan otak Celsi tidak henti hentinya bertanya. Kenapa dengan Angel? Apa yang menyebabkannya masuk rumah sakit? Dan pikiran pikiran lainnya yang terus bersahutan di otaknya. Tidak sampai 10 menit berselang Celsi sudah sampai di rumah sakit yang dituju dan langsung bertemu dengan nenek Angel yang telah menunggunya di lobby dengan wajah sembab. "Ada apa nek? Apa yang terjadi pada Angel?" Ucap Celsi sedikit tergesa dan masih dilanda kebingungan. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Angel. Biar bagaimanapun Angel adalah satu satunya sahabat yang dimiliki Celsi. "Dia tertabrak mobil yang sedang melintas ketika dia akan pulang kerumah. Lukanya cukup parah, dan sekrang..." nenek Angel menghela nafas sebelum melanjutkan. "Dia sudah tenang bersama orangtuanya." Celsi terpaku begitu mendengar penuturan dari nenek Angel yang sekarang sudah menitikkan air matanya lagi. Sudah tenang dengan orangtuanya? Bukankah orang tuanya sudah tiada? Apa mungkin dia... "Maksud nenek?" hayo lho??? cus langsung baca aja😆
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Rumah Tanpa Atap
  • GOLD
  • Boyfriend
  • Puing luka
  • Full Of Scratches
  • Glitch
  • F A K E ? [End]

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido