GENGSI - (1st)

GENGSI - (1st)

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana bisa dia berhasil membuka pintu hati gadis ini dengan sangat mudah? Bahkan dia tidak berbuat sesuatu yang spesial, namun mengapa gadis ini sangat tergila-gila padanya? Suka? Yes she is Cinta? No, not yet. Belum sampai ditahap cinta tapi sudah selalu salah tingkah jika berdekatan dengannya? Seorang Libra tidak akan menyampingkan gengsinya hanya karena cinta. Tidak untuk sekarang. Ingin mengungkapkan duluan, nanti dikiranya gak ada harga diri. Rasa insecurenya terlalu tinggi jika berhadapan dengannya. Tapi jika tidak diungkapkan, kisahnya menggantung dong, dia senang gadis ini yang menderita. Iya menderita, tiap hari harus tenangin diri sendiri agar tidak berlebihan. "Apa dia rasa yang gue rasa gak ya?" "Apa dia gak tau perasaan gue?" Kira-kira seperti itulah gadis ini berkata pada dirinya ketika sedang bersamanya. Just It🌼 To be Continued:))
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • You Are My Destiny
  • GREENSTA [END]
  • DRABIA [END]
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • RAJAWALI
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines