Anin's Story

Anin's Story

  • WpView
    Reads 757
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 25, 2023
Plak! Untuk pertama kalinya, Anin menggunakan telapak tangannya sendiri untuk menampar orang. Ia tak percaya, guru yang dianggapnya berwibawa itu melakukan hal yang membuat dirinya hancur. Anin merasakan tubuhnya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa padanya dan Pak Rian. Tetapi mengapa ucapan Pak Rian sangat bertolak belakang dengan pikirannya. "Saya akan tanggung jawab," ucap Pak Rian. "Jangan harap saya percaya dengan semua omong kosong anda, Bapak Adrian Kavista!" Bye bye❤️
All Rights Reserved
#131
anin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet Nothing
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • To us who have to endure.
  • RAYNAN ZAINZ [END]
  • 𝑾𝒉𝒆𝒓𝒆 𝑰𝒔 𝑴𝒚 𝑯𝒐𝒎𝒆?
  • I Think WE CAN'T
  • LUKA LIANA [Completed]
  • Kita Sembuh Bareng?

Born to be soulmates, forced to be strangers. ** Bagi seisi SMA Satya Ananda, Anin adalah anomali. Gadis dengan tatapan sedingin es yang memilih bungkam saat ribuan telunjuk menuduhnya sebagai perusak hubungan Davin dan Shafa. Dia adalah musuh publik, tokoh antagonis dalam dongeng yang dikonstruksi secara rapi oleh sang "Putri Sekolah". ​Namun, di balik topeng misteriusnya, Anin sedang memainkan peran paling berbahaya: menjadi perisai bagi satu-satunya orang yang ia sayangi. ​Davin tidak pernah tahu jika setiap makian yang Anin telan adalah cara gadis itu menjaga agar dunianya tidak hancur. Di bawah langit yang sama, Anin memaksa Davin menjadi orang asing, mengubur dalam-dalam ikatan belasan tahun mereka demi sebuah rahasia besar yang melibatkan darah dan luka lama. ​Sementara itu, Shafa berdiri di atas panggung kepalsuan, menyembunyikan kenyataan bahwa dirinya hanyalah bayang-bayang dari kesalahan masa lalu yang bisa menghancurkan Davin kapan saja. Anin tahu cara bermain dengan kegelapan. Dia tidak butuh belas kasihan, apalagi pembelaan. Karena jika dunia harus memilih siapa yang akan hancur, Anin sudah memastikan bahwa orang itu bukan Davin. ° Let's read it! And don't forget to give your vote & comment:) ©micasamiya, 2020. Cover illustration from Pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines