Tangisan Hujan

Tangisan Hujan

  • WpView
    Membaca 1,912
  • WpVote
    Vote 98
  • WpPart
    Bab 45
WpMetadataReadLengkap Kam, Sep 1, 2022
Setiap kali hujan turun, jantungku berdetak sangat cepat, napaskupun berat, perasaan sedih, takut, kecewa saling berebut ingin menguasai dan selalu berhasil membuatku gemetar nyaris pingsan. Masih teringat jelas bagaimana Mama meninggalkanku tanpa alasan, Kak Chan cinta pertamaku yang juga pergi tanpa kejelasan. Sedangkan aku, harus terus berjuang demi mendapatkan jawaban dengan sisa trauma bersama hujan yang menyesakkan. (Cerita ini dulu tayang di web dan aplikasi Novel Nusantara tahun 2016, dan aku penulisnya dengan akun @phietuphiet. Jika ada akun lain yang posting dengan judul dan isi yang sama, tolong laporkan ke saya ya, karena ada beberapa akun yang copy tulisan ini tanpa izin di wattpad sudah ada 2 akun yang posting sama persis isi dan sinopsis) Tulisan ini saya perbarui berhubung ada yang pembaca setia tangisan hujan yang minta tulisan ini di app karena di app yg lama kadaluarsa. Tp kalian bisa search di google "tangisan hujan phietuphiet" Akan muncul potongan2 cerita saya ini. Jadi bagi siapapun yang tidak bertanggung jawab tolong dihapus ya, menulislah sendiri, jangan copy karya orang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
mencarijawaban
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TOO MUCH (Tamat)
  • Khayalku
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Sewindu
  • Kekasih Terhebat [COMPLETED]
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Felicia> Januari With You
  • Cerita yang Tak Selesai āœØšŸ’”šŸŒ™ || TAMAT
  • kaisoo gs kehidupan kyungsoo (END)
  • Dalam Rintik yang Sama

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan